Batam, Sinarkepri.co.id – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dan Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, meresmikan Rumah Susun (Rusun) Rumah Hoegeng yang berlokasi di Mapolresta Barelang pada Rabu (8/4/2026).
Pembangunan hunian vertikal ini bukan sekadar penyediaan infrastruktur, melainkan simbol penghormatan terhadap nilai kejujuran dan integritas kepolisian.
Nama "Hoegeng" dipilih untuk merujuk pada Hoegeng Iman Santoso, Kapolri periode 1968-1971 yang melegenda berkat integritas tingginya. Hoegeng hingga kini menjadi simbol keteladanan di tubuh Polri karena keberaniannya menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
Amsakar berharap hadirnya Rumah Hoegeng dapat menjadi inspirasi bagi seluruh personel kepolisian dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan bahwa pembangunan Rusun ini bersumber dari dana hibah Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Ia menekankan bahwa konsep hunian vertikal adalah jawaban paling logis untuk tantangan geografis kota.
"Rusun Rumah Hoegeng ini merupakan bentuk nyata kebersamaan kita. Ke depan, pembangunan vertikal perlu terus didorong sebagai jawaban atas keterbatasan lahan di Batam," ujar Amsakar.
Amsakar memaparkan bahwa soliditas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Batam telah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat, termasuk KPK dan BPK. Sinergi yang kuat ini berdampak langsung pada indikator makro daerah, seperti: Pertumbuhan ekonomi yang stabil, Peningkatan investasi yang signifikan, serta Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
Tingginya daya tarik Batam juga terlihat dari data tahun 2025, di mana arus transmigrasi masuk mencapai sekitar 17.000 orang. Angka ini menempatkan Batam di peringkat kelima nasional sebagai kota tujuan migrasi setelah Bogor, Bekasi, Bandung, dan Tangerang.
Menutup acara, Amsakar yang didampingi Li Claudia Chandra mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di tengah keberagaman masyarakat Batam.
"Batam adalah rumah kita bersama. Keamanan dan kenyamanan hanya dapat terwujud jika kita saling menjaga dan memperkuat kebersamaan," tegasnya.
Mengingat saat ini masih dalam suasana bulan Syawal, pasangan pimpinan daerah tersebut juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir. (***)
Editor: Ikhsan