Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri kegiatan halalbihalal bersama tokoh masyarakat Kecamatan Nongsa. 9foto/Humas Diskominfo)

Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri kegiatan halalbihalal bersama tokoh masyarakat Kecamatan Nongsa. 9foto/Humas Diskominfo)

Amsakar Achmad di Halalbihalal Nongsa: "Jangan Sibuk Cari Keburukan Orang Lain"

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Kamis, 9 April 2026 | 18:35 WIB

Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri kegiatan halalbihalal bersama tokoh masyarakat Kecamatan Nongsa. 9foto/Humas Diskominfo)

Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri kegiatan halalbihalal bersama tokoh masyarakat Kecamatan Nongsa. 9foto/Humas Diskominfo)

Batam, Sinarkepri.co.idWali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan budaya saling menyalahkan dan mulai fokus pada kekompakan demi pembangunan kota. Pesan kesejukan ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan Halalbihalal bersama tokoh masyarakat Kecamatan Nongsa di kawasan Ruko Summerland, pada Senin malam, 6 April 2026.

Didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Amsakar menekankan bahwa momen pasca-Lebaran harus menjadi titik balik untuk membersihkan hati dan memperkuat hubungan antarmanusia (hablumminannas).

Bagi Amsakar, Halalbihalal bukan hanya agenda rutin tahunan yang bersifat formalitas. Ia memandang pertemuan ini sebagai ruang evaluasi diri dan mempererat silaturahmi yang diyakini mampu memperpanjang umur serta melapangkan rezeki.

"Atas nama pribadi, keluarga, serta jajaran Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, saya mengucapkan Taqaballahu minna wa minkum, minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin," ucap Amsakar di hadapan warga Nongsa.

Menahkodai kota dengan penduduk lebih dari 1,4 juta jiwa tentu bukan perkara mudah. Amsakar secara ksatria mengakui bahwa tidak semua kebijakan pemerintah dapat memuaskan seluruh lapisan masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah selalu terbuka terhadap masukan yang konstruktif.

"Kebijakan yang kami ambil mungkin belum dapat memuaskan semua pihak. Namun, kami terbuka terhadap kritik yang membangun sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kinerja," tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya filosofi kepemimpinan Jawa yakni:

Ing Ngarso Sang Tuladho: Memberi teladan di depan. Ing Madya Mangun Karso: Membangun semangat di tengah.         Tut Wuri Handayani: Memberikan dorongan dari belakang.

Di tengah dinamika sosial yang ada, Wali Kota Batam ini memberikan pesan menohok agar masyarakat tidak terjebak dalam lingkaran negatif saling mencari kesalahan pihak lain.

"Saya berharap kita semua dapat berdamai dengan hati. Jangan sibuk mencari keburukan orang lain. Yang kita butuhkan saat ini adalah kebersamaan dan kekompakan," ujarnya dengan lugas.

Sebagai penutup, Amsakar mengajak seluruh warga untuk menjadikan Batam sebagai "rumah bersama". Ia meyakini bahwa hanya dengan semangat gotong royong, Batam, dapat terus berkembang menjadi kota yang lebih baik bagi seluruh warganya. (***)

 

 

Editor: Ikhsan