Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad buka Musrenbang tingkat Kecamatan Batam Kota, di Graha Pena Hall, Batamcenter. (foto/ist)

Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad buka Musrenbang tingkat Kecamatan Batam Kota, di Graha Pena Hall, Batamcenter. (foto/ist)

Amsakar Achmad Tekankan Skala Prioritas: Usulan Pembangunan Harus Selaras dengan Kemampuan Keuangan Daerah

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:07 WIB

Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad buka Musrenbang tingkat Kecamatan Batam Kota, di Graha Pena Hall, Batamcenter. (foto/ist)

Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad buka Musrenbang tingkat Kecamatan Batam Kota, di Graha Pena Hall, Batamcenter. (foto/ist)

Batam, Sinarkepri.co.id – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Batam Kota yang digelar di Graha Pena Hall, Batamcenter, pada Senin (26/1/2026).

 Dalam kesempatan tersebut, Amsakar memberikan pesan kuat mengenai pentingnya menyusun perencanaan yang realistis dan tepat sasaran.

Amsakar menegaskan bahwa setiap usulan pembangunan yang muncul dari masyarakat harus diselaraskan dengan kemampuan keuangan daerah. Menurutnya, keterbatasan anggaran menuntut Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk lebih selektif dalam menentukan mana yang harus didahulukan.

Dalam pidatonya, Amsakar memaparkan, berdasarkan data yang masuk, total usulan pembangunan dari masyarakat mencapai angka fantastis, yakni Rp9 triliun. Sementara itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam saat ini berada di angka Rp4,29 triliun.

"Ini adalah ajang kompetisi usulan. Dengan keterbatasan anggaran yang ada, skala prioritas menjadi kunci utama. Kita harus mendahulukan kepentingan masyarakat yang lebih luas, seperti pembangunan sekolah, dibandingkan kepentingan lingkungan yang skalanya lebih kecil," tegas Amsakar.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Amsakar menjelaskan bahwa Batam menggunakan dua pendekatan dalam menyerap aspirasi yakni Bottom-Up melalui aspirasi langsung dari masyarakat mulai tingkat kelurahan hingga kecamatan, dan Top-Down melalui Integrasi visi kepala daerah, rencana kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.

Selain itu, Wali Kota juga memaparkan sejumlah capaian infrastruktur yang telah dirasakan manfaatnya oleh warga Batam Kota. Beberapa di antaranya meliputi perbaikan akses jalan di Seipanas, peningkatan jalan di kawasan perkantoran (Kejaksaan dan Bank Indonesia), hingga akses menuju Ocarina.

Hadir mendampingi Wali Kota dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, beserta jajaran kepala OPD dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Batam Kota.

Menutup arahannya, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas kota. Ia mengingatkan warga agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi negatif yang dapat memecah belah persatuan.

"Mari kita jaga nama baik daerah ini dengan narasi yang membangun. Kita dorong perencanaan pembangunan yang partisipatif demi mewujudkan Batam sebagai Bandar Dunia Madani," pungkasnya. (***)