Keterangan poto: Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, bersama sejumlah kepala dinas teknis melakukan peninjauan langsung ke kawasan Simpang K-Square. (foto/ist)

Keterangan poto: Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, bersama sejumlah kepala dinas teknis melakukan peninjauan langsung ke kawasan Simpang K-Square. (foto/ist)

Antisipasi Banjir, Sekda Batam Tinjau Simpang K-Square: 1.500 Personel Siap Turun Gotong Royong Massal

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Minggu, 8 Februari 2026 | 17:50 WIB

Keterangan poto: Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, bersama sejumlah kepala dinas teknis melakukan peninjauan langsung ke kawasan Simpang K-Square. (foto/ist)

Keterangan poto: Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, bersama sejumlah kepala dinas teknis melakukan peninjauan langsung ke kawasan Simpang K-Square. (foto/ist)

Batam, SinarKepri.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bergerak cepat mengantisipasi potensi banjir di titik-titik rawan. Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, melakukan peninjauan langsung ke kawasan Simpang K-Square pada Sabtu (7/2/2026) untuk memetakan kondisi drainase yang menjadi pemicu genangan air.

Didampingi sejumlah kepala dinas teknis, Firmansyah menyisir area tersebut guna mengidentifikasi titik-titik saluran air yang mengalami penyumbatan dan pendangkalan serius.

Peninjauan ini bukan sekadar seremoni. Pemko Batam memprioritaskan kebersihan saluran drainase sebagai langkah konkret pencegahan banjir. "Setelah memetakan titik penyumbatan, rencananya minggu depan kita akan gelar aksi gotong royong massal," ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan persiapan menyambut Gerakan Indonesia Asri yang dijadwalkan serentak pada Rabu, 11 Februari 2026 mendatang.

Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari inisiatif nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Aksi gotong royong ini adalah komitmen nyata kami untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri," tegas Rudi.

Untuk menyukseskan gerakan ini, Pemko Batam tidak main-main. Diperkirakan sebanyak 1.000 hingga 1.500 personel gabungan akan dikerahkan, yang terdiri dari, aparatur Pemko Batam, TNI & Polri, dan elemen masyarakat

Rudi juga mengajak seluruh warga Batam untuk ikut berpartisipasi aktif dalam aksi lingkungan ini. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang masif di Batam harus dibarengi dengan budaya hidup bersih.

"Pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan budaya hidup bersih demi kenyamanan dan keselamatan kita bersama," pungkasnya. (***)