Batam, Sinarkepri.co.id – Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra, bergerak cepat merespons dinamika harga minyak global yang bergejolak akibat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas ekonomi dan iklim investasi di Kota Batam tetap kondusif.
Melalui pertemuan strategis yang digelar selama dua hari pada 9-10 April 2026, BP Batam duduk bersama para pelaku usaha, Pertamina, dan PLN untuk merumuskan langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Li Claudia Chandra menegaskan bahwa stabilitas pasokan dan harga energi adalah urat nadi bagi ekosistem industri di Batam. Menurutnya, koordinasi lintas sektor sangat krusial agar gejolak global tidak langsung menghantam daya beli masyarakat maupun operasional perusahaan.
"BP Batam hadir untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak terkendali di lapangan. Kita ingin menjaga ekosistem industri tetap sehat, dengan pasokan yang terjamin dan harga yang stabil," ujar Li Claudia Chandra.
Di tengah kekhawatiran pelaku usaha akan dampak perang terhadap distribusi energi, pertemuan tersebut menghasilkan kabar baik mengenai ketersediaan energi di Batam.
Dalam pertemuan tersebut juga mengemuka bahwa ketersediaan stok BBM di Batam dalam kondisi aman dan tetap terjaga, sehingga pelaku usaha diharapkan tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan dalam waktu dekat, meskipun terjadi tekanan harga di tingkat global.
BP Batam berkomitmen memperkuat fungsinya sebagai fasilitator antara pemerintah dan dunia usaha agar setiap kebijakan mampu merespons dinamika global secara cepat.
Dengan sinergi yang kuat antara BP Batam, penyedia energi, dan pelaku industri, stabilitas energi di Batam diyakini akan terjaga. Hal ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan investasi dan menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi daerah meski di tengah tekanan geopolitik dunia. (***)