Batam, Sinarkepri.co.id – Layanan transportasi umum Trans Batam kini semakin menjadi primadona bagi masyarakat Kota Batam. Tingginya minat warga beralih ke moda transportasi ini didorong oleh efisiensi biaya serta peningkatan kualitas layanan melalui penambahan armada di sejumlah koridor utama.
Di tengah kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi pengeluaran, masyarakat Kota Batam kini lebih selektif dalam memilih moda transportasi. Trans Batam hadir sebagai solusi bagi warga yang menginginkan kenyamanan dengan biaya yang jauh lebih ekonomis dibandingkan kendaraan pribadi maupun angkutan lainnya.
Salah satu daya tarik utama Trans Batam adalah kebijakan tarif yang sangat terjangkau. Untuk penumpang umum, tarif ditetapkan hanya sebesar Rp5.000 per perjalanan, sementara bagi pelajar, tarif dipatok lebih murah, yakni Rp2.500.
"Tarif ongkos Rp5.000 untuk orang dewasa itu murah. Sekarang busnya juga sudah bertambah, jadi lebih enak dan tidak terlalu lama menunggu," ujar salah seorang warga yang rutin menggunakan Trans Batam.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang sekaligus meningkatkan kualitas layanan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah melakukan langkah strategis dengan menambah 19 armada baru. Penambahan ini difokuskan untuk memperkuat layanan di koridor-koridor padat aktivitas guna memangkas waktu tunggu penumpang di halte.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, lonjakan penumpang terjadi secara signifikan pada sejumlah koridor utama, di antaranya:
Koridor 1: Rute Sekupang – Batam Centre.
Koridor 2: Rute Tanjung Uncang – Batam Centre.
Koridor 3: Rute Sekupang – Jodoh.
Koridor 8: Rute Punggur – Jodoh.
Pihak pengelola menegaskan bahwa kehadiran armada tambahan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan layanan transportasi publik yang lebih andal, tepat waktu, dan nyaman bagi seluruh warga Batam.
Dengan kombinasi tarif yang kompetitif dan frekuensi perjalanan yang lebih sering, Trans Batam kini semakin mantap menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di tengah dinamika ekonomi. (***)
Editor: Ikhsan