Batam, Sinarkepri.co.id – Masyarakat Pulau Nguan, Galang Baru, kini menaruh harapan besar pada revitalisasi infrastruktur transportasi laut di wilayah mereka. Kebutuhan akan Pelabuhan Rakyat (Pelra) yang layak dinilai sudah sangat mendesak demi menunjang mobilitas dan urat nadi ekonomi warga setempat.
Merespons aspirasi tersebut, Arifin, seorang pemilik lahan di Galang Baru, berinisiatif menghidupkan kembali pelabuhan lama yang berada di atas lahan miliknya. Pelabuhan yang sudah terbengkalai sejak tahun 2004 itu kini mulai dibenahi agar dapat kembali difungsikan oleh masyarakat luas.
"Ini pelabuhan lama yang akan kita hidupkan kembali. Semoga pelabuhan ini bermanfaat bagi masyarakat luas," ujar Arifin kepada awak media, Senin 2 Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Arifin juga mengklarifikasi isu miring yang sempat beredar terkait adanya aktivitas reklamasi di lokasi pembangunan pelabuhan. Ia menyayangkan pemberitaan yang menyebutkan pihaknya melakukan penimbunan laut tanpa dasar yang jelas.
"Kita masih menggunakan pelantar. Tidak ada reklamasi, tapi kita ditulis (diberitakan) wartawan-red melakukan reklamasi," tegas Arifin meluruskan informasi tersebut.
Langkah Arifin menghidupkan kembali titik transportasi ini bukan tanpa dasar. Ia menjelaskan bahwa rencana tersebut telah mendapat dukungan penuh dari warga sekitar. Selain itu, aspek legalitas juga telah ditempuh melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Batam.
Sambil menunjukkan dokumen resmi, Arifin menegaskan bahwa aktivitas di lokasi tersebut telah memiliki payung hukum sebagai Pelabuhan Rakyat.
"Kita sudah ada izin untuk melakukan aktivitas di pelabuhan itu dari pemerintah," ungkapnya.
Ke depan, perbaikan pelabuhan akan dilakukan secara bertahap. Arifin berkomitmen bahwa proses renovasi tetap mengedepankan aspek keberlanjutan tanpa merusak ekosistem pesisir.
Rencana Perbaikan: Melakukan renovasi fasilitas pelantar secara perlahan agar lebih layak dan aman.
Komitmen Lingkungan: Pembenahan dipastikan tetap menjaga dan memperhatikan kelestarian lingkungan sekitar.
Tujuan Utama: Menjadikan pelabuhan sebagai pusat aksesibilitas yang memudahkan distribusi logistik dan perjalanan warga antar pulau.
"Pembenahan yang kita lakukan tetap menjaga lingkungan. Yang jelas, pelabuhan ini akan menjadi pelabuhan yang bermanfaat untuk masyarakat banyak," pungkasnya. (***)