Skip to main content

Batam Jadi Percontohan Nasional, Program SiTaskin Pesisir Diluncurkan di Sembulang

Muhammad Ikhsan
Editor Muhammad Ikhsan
2 min read
Taskin

Batam, Sinarkepri.co.id – Pemerintah pusat secara resmi menetapkan Kota Batam, Kepulauan Riau, sebagai lokasi pertama pelaksanaan program Sinergi Pengentasan Kemiskinan Terpadu Kawasan Pesisir (SiTaskin Pesisir). Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, dipilih menjadi titik awal implementasi program strategis yang bertujuan mengakselerasi kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.

Peluncuran program ini berlangsung di Balai Pertemuan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Sembulang, dihadiri Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Iwan Sumule, serta Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Selasa (7/7/2026).

Program SiTaskin Pesisir membawa model baru dalam penanganan kemiskinan. Berbeda dengan skema bantuan sosial konvensional, program lintas kementerian dan lembaga ini lebih menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat agar lebih mandiri dan berkelanjutan.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa percepatan pengentasan kemiskinan memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

"Ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia, sehingga kehadiran pemerintah benar-benar mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat," ujar Amsakar dalam sambutannya.

Taskin 1

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar memaparkan data terkini bahwa tingkat kemiskinan di Batam terus menunjukkan tren penurunan. Saat ini, dari total 1,4 juta penduduk, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, dengan jumlah warga kategori miskin tersisa sekitar 68 ribu jiwa.

Capaian ini dinilai tidak terlepas dari berbagai intervensi yang telah dilakukan pemerintah daerah, seperti:

Pemberian bantuan kapal dan alat tangkap nelayan, Penyaluran bibit ikan dan pembangunan keramba, Pemberian jaminan perlindungan sosial (BPJS Ketenagakerjaan) bagi seluruh nelayan di wilayah pesisir.

"Alhamdulillah, sekarang nelayan-nelayan kita yang ada di pesisir sudah seluruhnya dicover BPJS Ketenagakerjaan. Itu yang kami anggap berkontribusi dalam mengentaskan angka kemiskinan di daerah," tambah Amsakar.

Melalui program SiTaskin Pesisir, pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat menciptakan kawasan pesisir yang lebih produktif. Amsakar menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur dari aspek fisik saja, melainkan dari sejauh mana kemampuan masyarakat lokal dalam meningkatkan taraf hidupnya secara mandiri.

Dipilihnya Batam sebagai pilot project diharapkan menjadi contoh bagi wilayah pesisir lain di Indonesia dalam mengintegrasikan program lintas sektor guna mempercepat pengentasan kemiskinan nasional. (***)

Editor: Ikhsan