Batam, Sinarkepri.co.id – BP Batam melalui Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan kembali mencatatkan rapor hijau pada kinerja operasional awal tahun ini.
Berdasarkan data Triwulan I 2026, terjadi lonjakan signifikan baik pada sektor logistik peti kemas maupun mobilitas penumpang di pintu-pintu pelabuhan Batam.
Volume bongkar muat peti kemas pada periode Januari-Maret 2026 tercatat meningkat sebesar 12% menjadi 187.000 TEUs, dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya yakni 2025 sebesar 166.000 TEUs.
Kontributor utama dari capaian ini adalah Terminal Peti Kemas (TPK) Batu ampar yang menyumbang 69% dari total throughput. Terminal ini mencatatkan aktivitas sebesar 128.556 TEUs, atau tumbuh pesat 22% dibandingkan tahun lalu.
"Capaian ini adalah bukti nyata semakin kuatnya peran Batam sebagai simpul logistik strategis di kawasan. Pertumbuhan ini menunjukkan Batam semakin dipercaya sebagai hub konektivitas regional," ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Kamis (16/4/2026).
Dari sisi perdagangan, dominasi aktivitas ekspor dan impor masih menjadi motor penggerak utama dengan porsi mencapai 74% dari total arus peti kemas di seluruh pelabuhan Batam.
Tak hanya di sektor logistik, layanan penumpang juga menunjukkan tren positif yang impresif. Total penumpang di terminal ferry domestik dan internasional wilayah kerja BP Batam mencapai 2.507.630 orang, naik 15% dibanding Triwulan I 2025.
Terminal Ferry Internasional Batam Centre dan Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur tercatat sebagai dua titik tersibuk yang melayani mobilitas masyarakat dan wisatawan tersebut.
Menanggapi tren kenaikan ini, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menekankan pentingnya aspek kualitas pelayanan. Menurutnya, pertumbuhan angka harus dibarengi dengan fasilitas yang mumpuni.
"Kami mendorong layanan kepelabuhanan yang semakin adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa, terlebih dengan semakin luasnya wilayah kerja KPBPB Batam," tegas Li Claudia.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, memastikan pihaknya akan memperkuat koordinasi antar-stakeholder. Fokus utama kedepan adalah mengoptimalkan seluruh layanan di pelabuhan guna menjaga konsistensi kinerja yang sudah dicapai pada awal tahun ini.
BP Batam berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi demi mendukung arus logistik, investasi, dan mobilitas secara berkelanjutan di masa depan. (***)
Sumber: Humas BP Batam