Keterangan Poto: Wali Kota dan Wakil Wali Kota batam, lakukan Goro Gema Batam ASRI 2026 yang berlokasi di kawasan Simpang K-Square, Batam Centre, Rabu (11/2/2026). (foto/ist)

Keterangan Poto: Wali Kota dan Wakil Wali Kota batam, lakukan Goro Gema Batam ASRI 2026 yang berlokasi di kawasan Simpang K-Square, Batam Centre, Rabu (11/2/2026). (foto/ist)

Batam Tanpa Baliho, Amsakar-Li Claudia Ajak Media Viralkan Wajah Batam

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Kamis, 12 Februari 2026 | 17:55 WIB

Keterangan Poto: Wali Kota dan Wakil Wali Kota batam, lakukan Goro Gema Batam ASRI 2026 yang berlokasi di kawasan Simpang K-Square, Batam Centre, Rabu (11/2/2026). (foto/ist)

Keterangan Poto: Wali Kota dan Wakil Wali Kota batam, lakukan Goro Gema Batam ASRI 2026 yang berlokasi di kawasan Simpang K-Square, Batam Centre, Rabu (11/2/2026). (foto/ist)

Batam, Sinarkepri.co.id – Pemandangan berbeda kini menghiasi sudut-sudut jalanan Kota Batam. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Candra, Batam resmi bertransformasi menjadi kota yang bersih dari hiruk-pikuk papan Reklame.

Hal ini dikatakannya di sela-sela aksi Gotong Royong (Goro) Massal Gerakan Masyarakat (Gema) Batam Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) 2026 yang berlokasi di kawasan Simpang K-Square, Batam Centre, Rabu (11/2/2026).

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Candra, membeberkan bahwa kebijakan "Batam Tanpa Reklame" ini merupakan tindak lanjut serius dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto saat kegiatan Diklat di Magelang beberapa waktu lalu.

"Waktu kami di Magelang, Bapak Presiden menyampaikan kepada semua kepala daerah bahwa beliau ingin tidak ada lagi Reklame yang mengganggu estetika. Pulang dari sana, kami langsung eksekusi," tegas Li Claudia.

Hasilnya pun nyata. Saat ini, Batam mengklaim diri sebagai satu-satunya daerah yang berani mengosongkan ruang publiknya dari tiang-tiang iklan besar yang kerap dianggap sebagai "sampah visual".

"Coba kalian lihat sendiri, Batam ini satu-satunya kabupaten/kota yang tidak ada Reklame lho. Nah, itu yang harus masuk media. Kasih tahu masyarakat bahwa Batam sekarang bersih dan indah," tambahnya dengan semangat.

Senada dengan wakilnya, Wali Kota Batam Amsakar Achmad juga mengajak insan pers untuk lebih jeli melihat perubahan positif di kota industri ini. Baginya, media adalah mitra strategis dalam membangun citra daerah.

Amsakar menekankan bahwa dirinya tidak anti-kritik, namun, ia berharap kritik yang dilemparkan tetap dalam koridor pembangunan daerah. Pemerintah menganggap kritik media sebagai bahan evaluasi internal.

Narasi kritis diharapkan tetap mempertimbangkan kepentingan dan kemajuan Batam secara luas, dan media diharapkan aktif menyoroti prestasi yang jarang terjadi di daerah lain, seperti penertiban Reklame massal ini.

"Kami senang dengan narasi kritis, tapi kritisnya juga harus kita lihat dalam perspektif kemajuan daerah ini," ujar Amsakar.

Kegiatan Goro Massal ini bukan sekadar agenda rutin. Gerakan Batam ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) tahun 2026 ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga estetika kota yang kini sudah bebas dari papan iklan.

Dengan wajah baru yang lebih tertata, Amsakar-Li Claudia optimis Batam akan menjadi daya tarik wisata dan investasi yang lebih kuat di masa depan karena kenyamanan visualnya yang mumpuni. (***)

 

 

Editor: Ikhsan