Batam, Sinarkepri.co.id – Roda pemerintahan Kota Batam akan segera memasuki babak baru yang krusial. Seiring rencana keberangkatan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji pada 21 Mei mendatang, perhatian publik kini tertuju pada sosok Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra.
Selama hampir 40 hari ke depan, Li Claudia akan memegang tongkat komando sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota. Masa transisi ini bukan sekadar pergantian administratif, melainkan ujian nyata bagi efektivitas kepemimpinannya dalam menakhodai kota industri di Kepulauan Riau ini.
Publik kini menanti sejauh mana Li Claudia mampu menjaga stabilitas pelayanan publik. Mengingat Pemerintah Kota (Pemko) Batam tengah menggesa sejumlah proyek strategis, absennya sang nakhoda utama menuntut sang Wakil untuk bergerak lincah.
Meski secara regulasi wewenang seorang Plt memiliki batasan tertentu dibandingkan pejabat definitif, kapasitas Li Claudia dalam mengonsolidasikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan menjadi sorotan utama.
"Kemampuan menjaga ritme kerja Sekretaris Daerah dan para kepala dinas akan menjadi kunci agar roda pemerintahan tidak 'parkir' di tempat selama absennya Amsakar," ungkap salah satu pengamat kebijakan publik lokal.
Di sisi lain, periode ini dipandang sebagai "panggung pembuktian" bagi Li Claudia. Ini adalah momentum baginya untuk menunjukkan tajinya secara mandiri dalam mengambil keputusan taktis dan meredam potensi hambatan birokrasi.
Harapan besar kini tertumpu di pundak Li Claudia Chandra untuk memastikan Batam tetap kondusif dan progresif. Publik berharap, transisi ini berjalan mulus hingga Amsakar Achmad kembali ke tanah air pada akhir Juni nanti dengan membawa doa-doa mabrur bagi kemajuan Kota Batam.
Kini, pertanyaannya tetap sama mampukah Li Claudia menjawab ekspektasi tersebut? Waktu yang akan membuktikannya. (***)
Editor: Ikhsan