Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan anggaran terbatas, baru separuh Stress Area yang teratasi. (foto/ist)

Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan anggaran terbatas, baru separuh Stress Area yang teratasi. (foto/ist)

Dilema Krisis Air Batam: Anggaran Terbatas, Baru Separuh 'Stress Area' yang Teratasi Tahun Ini

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Kamis, 29 Januari 2026 | 09:50 WIB

Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan anggaran terbatas, baru separuh Stress Area yang teratasi. (foto/ist)

Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan anggaran terbatas, baru separuh Stress Area yang teratasi. (foto/ist)

Batam, Sinarkepri.co.id – Harapan warga Batam untuk menikmati aliran air bersih secara merata nampaknya masih harus dibarengi dengan kesabaran ekstra. Meski pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa Krisis air bersih di Kota Batam ini masih jauh dari kata usai.

Dari total 18 wilayah yang masuk dalam kategori stress area (kawasan krisis suplai air), baru sembilan wilayah yang dipastikan mendapat penanganan dalam waktu dekat. Sisanya? Masih harus menunggu giliran akibat terbentur keterbatasan anggaran.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengakui bahwa minimnya suplai air bersih telah menjadi persoalan serius. Namun, ia menjelaskan bahwa kondisi keuangan daerah belum mampu meng-cover seluruh wilayah terdampak secara serentak.

"Dengan kondisi anggaran saat ini, kami memprioritaskan sembilan wilayah terlebih dahulu," ujar Amsakar dalam keterangannya beberapa hari lalu.

Bagi warga di sembilan wilayah prioritas tersebut, perbaikan tidak serta-merta terjadi. Saat ini, proyek penanganan masih dalam tahap lelang (tender). Secara administratif, proses ini diharapkan rampung pada akhir Januari 2026.

Artinya, warga kemungkinan baru bisa merasakan perubahan signifikan pada distribusi air sekitar lima atau enam bulan kedepan.

Sadar bahwa menunggu enam bulan bukanlah waktu yang singkat bagi warga yang kesulitan mandi dan mencuci, Pemko Batam bersama BP Batam menyiapkan langkah darurat.

Sebagai solusinya, pemerintah menyiagakan armada pengangkut air bersih (mobil tangki) untuk disalurkan langsung ke titik-titik stress area yang paling parah.

"Sebagai solusi sementara, kami lakukan distribusi air bersih menggunakan armada ke wilayah-wilayah terdampak," tambah Amsakar.

Meskipun langkah darurat telah diambil, publik tentu berharap adanya percepatan pengerjaan fisik agar ketergantungan pada mobil tangki tidak berlangsung terlalu lama. (***)

 

 

Editor: Ikhsan