Batam, Sinarkepri.co.id – Koperasi Konsumen Pasar Angkasa Swadaya (KKPAS) menunjukkan tren pertumbuhan positif sejak didirikan setahun lalu. Koperasi yang berbasis di kawasan Jodoh, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, mencatatkan kenaikan aset signifikan dan kini tengah bersiap melakukan ekspansi besar dengan mengajukan pinjaman modal ke instansi pemerintah.
Ketua KKPAS, Muhammad Wahyudi, mengungkapkan bahwa sejak resmi berdiri pada 2 Mei 2025, Koperasi yang dipimpinnya mengalami perkembangan pesat. Dari modal awal sebesar Rp13 juta, kini KKPAS berhasil mengelola aset hingga Rp30 juta dengan total 35 anggota aktif.
"Perkembangan ini tak terlepas dari skema dana bergulir simpan pinjam anggota yang digunakan untuk memperkuat permodalan usaha mereka. Saat ini, rata-rata penyaluran kredit ke anggota mencapai Rp1 juta per bulan," ujar Wahyudi pada Senin (30/3/2026).
Melalui Rapat Tahunan Anggota (RAT) yang diketahui oleh Dinas Koperasi Kota Batam, KKPAS sepakat untuk mengajukan pinjaman sebesar Rp300 juta pada tahun anggaran 2026. Dana tersebut rencananya akan dialokasikan untuk dua instrumen besar:
Pembukaan pasar sembako murah bagi masyarakat dan anggota, pembangunan gedung kantor tetap untuk operasional Koperasi, dan peningkatan plafon pinjaman guna mempercepat kesejahteraan anggota.
Wahyudi menegaskan bahwa meskipun ada tawaran pinjaman dari pihak swasta, pihaknya tetap memprioritaskan dukungan dari Koperasi pemerintah.
"Kami sudah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni untuk mengelola dana tersebut. Fokus kami tetap pada jalur pemerintah agar lebih sinergis," tambahnya.
Kepercayaan pedagang di Pasar Angkasa terhadap KKPAS didorong oleh birokrasi yang ringkas. Wahyudi mengklaim proses pencairan dana di koperasinya hanya memakan waktu hitungan jam selama syarat administrasi terpenuhi.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris KKPAS, Setiawan Chandra Wijaya, optimis bahwa Koperasi sudah siap mengelola dana dalam skala besar. Rekam jejak penagihan simpan pinjam anggota selama ini terbukti lancar tanpa kendala.
"Saya berharap proses pengajuan ke pemerintah dapat dipermudah. Dengan tambahan modal ini, kami yakin usaha anggota akan semakin berkembang pesat ke depannya," pungkas Setiawan. (***)
Editor: Ikhsan