Sinarkepri.co.id - Kekayaan budaya Suku Laut di Kepulauan Riau (Kepri) akan segera menyapa penonton nasional dan internasional melalui Film pendek berjudul Samudra di Atas Laut.
Film drama keluarga ini mengisahkan perjalanan seorang anak Orang Laut bernama Samudra. Cerita bermula saat Samudra dan teman-temannya berlayar, namun mereka terseret arus hingga mengalami situasi tak terduga. Dalam perjuangannya, Samudra belajar memahami pesan leluhur tentang "mendengar laut" dan menyadari bahwa alam adalah bagian dari jati diri yang harus dijaga.
Produser Film, Syahru Boi, mengungkapkan bahwa Film ini dibuat untuk mengangkat sisi hangat kehidupan Suku Laut yang selama ini belum banyak dikenal.
"Kami ingin menghadirkan sisi kehidupan Orang Laut yang manusiawi melalui sudut pandang anak-anak. Film ini tentang keluarga, warisan budaya, dan cara manusia menghargai alam," ujar Syahru Boi, Selasa (23/6/2026).
Proses syuting akan dilakukan pada awal Juli 2026 di kawasan Kawal dan Pantai Dugong, Kabupaten Bintan. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki hubungan erat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Orang Laut.
Untuk menjaga keaslian cerita, tim produksi telah melakukan riset mendalam sejak April 2026 dan melibatkan talenta lokal serta warga pesisir Bintan. Film ini juga akan diperkuat oleh aktor profesional seperti Faiz Vishal dan Sabina Aksa.
Produksi Film ini mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan. Film ini diharapkan dapat menjadi media
promosi yang efektif untuk memperkenalkan budaya Suku Laut ke kancah nasional maupun festival Film internasional.
Meski tantangan cuaca menjadi kendala utama, tim produksi optimistis Film ini akan menjadi karya yang menarik dan sarat akan pesan tentang pentingnya melestarikan pengetahuan tradisional bagi generasi masa kini.(***)