Keterangan Poto: Pelabuhan Rakyat Tanjung Uma Batam, hidupkan urat nadi ekonomi warga Batam. (foto/ist)

Keterangan Poto: Pelabuhan Rakyat Tanjung Uma Batam, hidupkan urat nadi ekonomi warga Batam. (foto/ist)

Hidupkan 'Urat Nadi' Ekonomi, Pelabuhan Rakyat Tanjung Uma Batam

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Jumat, 6 Februari 2026 | 07:49 WIB

Keterangan Poto: Pelabuhan Rakyat Tanjung Uma Batam, hidupkan urat nadi ekonomi warga Batam. (foto/ist)

Keterangan Poto: Pelabuhan Rakyat Tanjung Uma Batam, hidupkan urat nadi ekonomi warga Batam. (foto/ist)

Batam, Sinarkepri.co.id – Angin segar berhembus bagi masyarakat pesisir di Kota Batam, khususnya di wilayah Tanjung Uma. Harapan besar warga untuk memiliki akses transportasi laut yang mumpuni kini mulai menampakkan hasil.

Aktivitas Pelabuhan Rakyat Tanjung Uma telah dimulai, menandai babak baru bagi mobilitas dan konektivitas antar-pulau.

Bagi warga yang menetap di sepanjang garis pantai, keberadaan pelabuhan bukan sekadar tempat sandar kapal, melainkan infrastruktur vital yang menjadi "urat nadi" perekonomian.

Meski baru berjalan sekitar dua pekan terakhir, denyut nadi di Pelabuhan Tanjung Uma sudah mulai terasa. Berbagai komoditas penting mulai mengalir melalui jalur ini.

Kehadiran pelabuhan ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi, sehingga harga kebutuhan pokok di wilayah sekitar tetap stabil dan mudah dijangkau oleh masyarakat luas.

Ibu Emil, berinisiatif menghidupkan kembali fungsi pelabuhan yang sempat redup. Menurutnya, langkah ini diambil murni untuk kepentingan sosial dan ekonomi warga.

"Semoga pelabuhan ini bermanfaat bagi masyarakat luas. Kita ingin pelabuhan ini kembali difungsikan sebagaimana mestinya," ujar Emil saat ditemui di lokasi, Kamis (5/2/2026).

Ia juga menekankan bahwa pembenahan terus dilakukan, aspek kelestarian alam tetap menjadi prioritas. "Pembenahan yang kita lakukan tetap menjaga lingkungan. Yang jelas, ini akan menjadi pelabuhan yang bermanfaat untuk orang banyak," tambahnya.

Langkah revitalisasi ini bukan sekadar aksi sepihak. Emil menegaskan bahwa seluruh aspek legalitas telah ditempuh melalui koordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Batam. Dukungan penuh pun datang dari warga sekitar yang mendambakan kemudahan akses transportasi.

Dengan koordinasi yang matang, Pelabuhan Tanjung Uma diproyeksikan menjadi pusat aksesibilitas strategis yang menghubungkan perjalanan warga antar-pulau sekaligus memperkuat ketahanan logistik di Batam. (***)

 

 

Editor: Ikhsan