Keterangan Poto: IKSB Batam Siapkan Pembangunan Masjid Agung dan Rumah Gadang di Baloi. (foto/ist)

Keterangan Poto: IKSB Batam Siapkan Pembangunan Masjid Agung dan Rumah Gadang di Baloi. (foto/ist)

IKSB Batam Siapkan Pembangunan Masjid Agung dan Rumah Gadang di Baloi

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Minggu, 8 Maret 2026 | 09:47 WIB

Keterangan Poto: IKSB Batam Siapkan Pembangunan Masjid Agung dan Rumah Gadang di Baloi. (foto/ist)

Keterangan Poto: IKSB Batam Siapkan Pembangunan Masjid Agung dan Rumah Gadang di Baloi. (foto/ist)

Batam, Sinarkepri.co.idIkatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) Kota Batam resmi mematangkan rencana besar pembangunan Masjid Agung IKSB dan Rumah Gadang di kawasan Baloi, Batam Center, Kota Batam.

Langkah ini dimulai dengan pembentukan struktur kepengurusan pembangunan dalam rapat yang dirangkai dengan buka puasa bersama di Hotel PIH Batam Center, Jumat 6 Februari 2026.

Pertemuan ini bukan sekadar koordinasi teknis, melainkan juga menjadi ajang mempererat silaturahmi bagi para perantau Minangkabau di Batam sekaligus momentum syukuran di bulan suci Ramadan.

Ketua IKSB Kota Batam, H. Maryon, menyatakan bahwa struktur kepengurusan untuk proyek besar ini telah resmi disepakati. Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, H. Arlon Veristo, dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Pembangunan.

"Jadi kita sudah membentuk pengurus pembangunan. Nanti perencanaan selanjutnya akan kita serahkan sepenuhnya kepada ketua yang terpilih untuk dieksekusi," ujar Maryon.

Dalam keterangannya, Arlon Veristo mengungkapkan bahwa proyek ini akan berdiri di atas lahan seluas 7.200 meter persegi yang berlokasi strategis di kawasan Batam Center (Baloi).

Terkait anggaran, Arlon memperkirakan pembangunan masjid dan rumah gadang tersebut membutuhkan dana sekitar Rp10 miliar.

Arlon menekankan bahwa pembangunan ini merupakan wujud nyata dari falsafah hidup masyarakat Minangkabau, yakni “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” di mana adat bersendikan syariat Islam, dan syariat bersumber dari Al-Qur’an.

Meski lahan sudah tersedia, Arlon menjelaskan bahwa langkah awal yang akan diambil adalah melakukan proses pembebasan lahan secara persuasif. Saat ini, masih terdapat sejumlah rumah liar (ruli) yang dihuni masyarakat di sekitar lokasi.

"Dalam waktu dekat, kami akan mencoba bernegosiasi dengan warga yang tinggal di sana agar proses pembangunan bisa berjalan lancar," jelas Arlon.

Dukungan penuh juga datang dari Majelis Tinggi IKSB Kota Batam, H. Arwin Pribadi. Ia mengajak seluruh lapisan warga perantau Minangkabau, termasuk pengurus di 18 Ikatan Kecamatan (IK) se-Kota Batam, untuk berpartisipasi aktif.

"Mari kita dukung bersama-sama. Mudah-mudahan dengan kerja sama dan saling bahu-membahu, beban yang berat ini bisa kita selesaikan bersama demi terwujudnya ikon baru bagi masyarakat Minang di Batam," pungkas Arwin. (***)

Editor: Ikhsan Ajo