Keterangan Poto: Ketua DPD Gerindra Kepulauan Riau, Iman Sutiawan. (foto/int)

Keterangan Poto: Ketua DPD Gerindra Kepulauan Riau, Iman Sutiawan. (foto/int)

Iman Sutiawan: Sikap Tegasnya Berasal dari Kepedulian pada Batam

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Selasa, 5 Mei 2026 | 08:02 WIB

Keterangan Poto: Ketua DPD Gerindra Kepulauan Riau, Iman Sutiawan. (foto/int)

Keterangan Poto: Ketua DPD Gerindra Kepulauan Riau, Iman Sutiawan. (foto/int)

 

Batam, Sinarkepri.co.id - Ketua DPD Partai Gerindra Kepulauan Riau (Kepri), Iman Sutiawan, mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan polemik yang muncul terkait pernyataan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

Menurut Iman, sikap tegas yang disampaikan Li Claudia tidak bisa dilepaskan dari konteks situasi yang dihadapi.

“Pada dasarnya beliau memiliki kepedulian besar terhadap Batam. Dalam kondisi tertentu, seorang pemimpin bisa berbicara tegas karena dorongan untuk melindungi masyarakat. Apalagi Batam ini dipandang sebagai rumah bersama yang harus dijaga,” ujarnya, kemarin.

 Ia menilai, pernyataan tersebut lahir dari kepedulian seorang pemimpin yang melihat langsung dinamika sosial di lapangan, termasuk aktivitas yang dinilai merugikan masyarakat dan berpotensi membahayakan lingkungan.

Iman juga mengingatkan masyarakat, khususnya para tokoh dan kalangan ibu-ibu, untuk menjaga suasana tetap kondusif serta tidak memperbesar perbedaan tafsir yang berkembang di ruang publik.

“Masyarakat tentu bisa membedakan mana bentuk ketegasan terhadap pelanggaran dan mana sikap terhadap masyarakat. Jangan sampai kita terjebak pada potongan narasi yang beredar dan justru menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.

Lebih lanjut, Iman Sutiawan berharap perbedaan tafsir tersebut tidak diperbesar hingga berpotensi memicu gesekan sosial di tengah keberagaman warga Batam.

Ia pun mengungkapkan bahwa persoalan ini sebenarnya telah diselesaikan secara baik-baik. Menurutnya, Li Claudia Chandra telah bertemu langsung dengan sejumlah tokoh masyarakat yang sebelumnya sempat merasa tersinggung.

”Pertemuan berlangsung hangat. Mereka duduk bersama, berdialog santai, saling memahami, bahkan berkomitmen saling mendukung untuk membangun Batam ke depan. Jadi, tidak ada lagi persoalan yang perlu dibesar-besarkan,” jelas Iman.

Mengakhiri pernyataannya, Iman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam narasi yang memecah belah. Ia meminta publik untuk tetap fokus mendukung pembangunan serta merawat kerukunan.

”Batam dibangun dengan semangat kebersamaan. Mari kita jaga kota ini dengan hati dan kasih sayang, dengan cara yang menenangkan, bukan justru memperkeruh suasana,” tutupnya. (***)

 

 

Editor: Ikhsan