Keterangan Poto: Porter T. Hutagaol berikan klarifikasi. (foto/ikhsan)

Keterangan Poto: Porter T. Hutagaol berikan klarifikasi. (foto/ikhsan)

Klarifikasi Polemik Tarif Porter Pelabuhan Bintang 99: Murni Miskomunikasi, Bukan Penipuan

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Rabu, 11 Februari 2026 | 15:21 WIB

Keterangan Poto: Porter T. Hutagaol berikan klarifikasi. (foto/ikhsan)

Keterangan Poto: Porter T. Hutagaol berikan klarifikasi. (foto/ikhsan)

Batam, Sinarkepri.co.id – Peran Porter di fasilitas publik seperti Pelabuhan merupakan elemen krusial dalam menunjang kenyamanan mobilitas penumpang, terutama bagi lansia, ibu hamil, dan keluarga dengan barang bawaan berlebih.

Namun, sebuah insiden di Pelabuhan Bintang Sembilan-Sembilan (99) Persada, Batu Ampar, sempat memicu sorotan publik terkait dugaan praktik pungutan liar atau penipuan.

Menanggapi kabar yang beredar mengenai oknum Porter bernomor rompi 62 berinisial T. Hutagaol, pihak pengelola dan yang bersangkutan angkat bicara untuk meluruskan situasi.

Berdasarkan hasil penelusuran, kejadian tersebut dipastikan hanyalah kesalahan miskomunikasi antara petugas dan penumpang terkait prosedur tarif resmi.

Dalam keterangannya, T. Hutagaol menegaskan bahwa dirinya selalu bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Pengelola Porter di bawah naungan Andi Wijaya.

"Saya tidak pernah memiliki niat sedikit pun untuk melakukan penipuan. Tarif yang saya minta sesuai dengan ketentuan pengelola, yaitu Rp60.000 untuk barang dengan berat maksimum 40 kg atau volume 0,1 m3," ujar Hutagaol, Rabu (11/2/2026).

Ia juga merinci mekanisme keuangan yang berlaku bagi para Porter di Pelabuhan tersebut. Setiap biaya Rp60.000 yang diterima dari penumpang langsung disetorkan ke kasir Pengelola Porter Pelabuhan Bintang 99 Persada.

Kemudian, seluruh hasil setoran yang terkumpul nantinya akan dibagi rata kepada seluruh Porter yang bertugas pada saat itu, termasuk pengawas dan pengelola.

Porter dilarang menetapkan harga di atas tarif resmi. Kelebihan uang yang diterima murni berasal dari kesukarelaan atau "tip" dari penumpang sebagai bentuk apresiasi.

"Kami para Porter tidak pernah meminta lebih dari tarif yang berlaku. Kalaupun ada kelebihan, itu bukanlah permintaan kami, melainkan kebaikan penumpang yang merasa simpati terhadap kerja keras kami di lapangan," tutup Hutagaol.

Pihak pengelola, Andi Wijaya, memastikan bahwa pengawasan terhadap para Porter dilakukan secara ketat untuk mencegah terjadinya praktik yang merugikan pengguna jasa Pelabuhan. Klarifikasi ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap integritas layanan Porter di Pelabuhan Bintang 99 Persada.

Lanjut Andi Wijaya, kami selaku Pengelola Porter menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas pelayanan di lingkungan Pelabuhan Bintang Sembilan-Sembilan Persada. Ia memberikan peringatan keras bahwa tidak ada ruang bagi praktik pungli atau manipulasi tarif dalam manajemennya.

"Apabila ada kedapatan salah seorang oknum Porter yang meminta lebih dari tarif yang berlaku, kami tidak akan segan-segan untuk menindak tegas hingga langkah pemecatan atau mengeluarkannya dari tim operasional," tegas Andi.

Langkah preventif ini diambil demi menjaga nama baik Pelabuhan yang menjadi salah satu pintu masuk penting di Kota Batam. Andi menambahkan bahwa transparansi harga adalah harga mati untuk memberikan rasa aman kepada setiap penumpang.

"Kami tidak ingin citra Pelabuhan Bintang Sembilan-Sembilan Persada ini tercemar oleh ulah oknum-oknum yang nakal. Fokus utama kami saat ini adalah menata dan membangun citra Pelabuhan yang lebih baik, profesional, dan terpercaya di mata masyarakat," tambahnya.

Dengan adanya pengawasan ketat dan sistem satu pintu, pihak pengelola menjamin bahwa setiap keluhan penumpang akan ditindaklanjuti secara serius.

Hal ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan maksimal bagi para pengguna jasa transportasi laut yang melintasi Kecamatan Batu Ampar.

Dengan adanya penjelasan ini, diharapkan tidak ada lagi simpang siur informasi yang menyudutkan salah satu pihak, mengingat pentingnya sinergi antara petugas Pelabuhan dan penumpang demi kenyamanan bersama. (***)

Editor: Ikhsan