Keterangan Poto: Kantor Redaksi Media Sinar Kepri, keluhkan air bersih mati total selama dua hari hingga saat ini (foto/ikhsan)

Krisis Air Bersih Landa Lubuk Baja: Kantor Redaksi Sinarkepri dan Warga Terdampak Dua Hari

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Kamis, 4 Juni 2026 | 17:47 WIB

Keterangan Poto: Kantor Redaksi Media Sinar Kepri, keluhkan air bersih mati total selama dua hari hingga saat ini (foto/ikhsan)

Keterangan Poto: Kantor Redaksi Media Sinar Kepri, keluhkan air bersih mati total selama dua hari hingga saat ini (foto/ikhsan)

Batam, Sinarkepri.co.id – Krisis air bersih melanda kawasan Jalan Teuku Umar, Komplek Pribumi, Kelurahan Lubuk Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. Pasokan air bersih telah terhenti total selama dua hari berturut-turut hingga saat ini, menyebabkan aktivitas warga dan pelaku usaha di wilayah tersebut lumpuh.

Salah satunya terjadi Kantor Redaksi Media Sinar Kepri. Akibat matinya aliran air mengakibatkan operasional kantor terganggu. Staf redaksi terpaksa membeli air galon dalam jumlah banyak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Dampak krisis air ini tidak hanya dirasakan di lingkungan kantor redaksi, tetapi juga meluas ke pelaku usaha di sekitarnya. Rumah Makan Nusantara, yang lokasinya tepat berada di depan kantor redaksi Sinarkepri, terpaksa tidak beroperasi selama dua hari terakhir karena ketiadaan air bersih untuk menunjang operasional mereka.

Warga setempat mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat menyulitkan, mengingat air bersih merupakan kebutuhan vital untuk mandi, mencuci, memasak, hingga keperluan ibadah.

Menanggapi kondisi yang kian memprihatinkan ini, warga dan pihak yang terdampak mendesak Wali Kota Batam, dan juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, untuk segera memberikan respon cepat dan solusi nyata.

Mereka berharap Pemerintah Kota Batam, dan BP Batam, dapat segera turun tangan mengatasi gangguan distribusi air bersih yang telah merugikan banyak pihak di kawasan Lubuk Baja tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti terhentinya aliran air di wilayah Komplek Pribumi tersebut. Warga berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal. (***)

 

Editor: Ikhsan