Keterangan Poto: Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Batam Kota, Batam menggelar Majelis Kenduri, berlangsung di SMAN 3 Batam. (foto/Ria.F)

Keterangan Poto: Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Batam Kota, Batam menggelar Majelis Kenduri, berlangsung di SMAN 3 Batam. (foto/Ria.F)

LAM Batam Gelar Majelis Kenduri, Perkuat Silaturahmi dan Jaga Marwah Budaya Melayu

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Senin, 20 Oktober 2025 | 13:28 WIB

Keterangan Poto: Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Batam Kota, Batam menggelar Majelis Kenduri, berlangsung di SMAN 3 Batam. (foto/Ria.F)

Keterangan Poto: Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Batam Kota, Batam menggelar Majelis Kenduri, berlangsung di SMAN 3 Batam. (foto/Ria.F)

Batam, SinarKepri.co.id - Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Batam Kota, Batam menggelar Majelis Kenduri, berlangsung di SMAN 3 Batam, pada Sabtu 19 Oktober 2025.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar pengurus LAM dan tokoh masyarakat, sekaligus meneguhkan komitmen kolaborasi dalam menjaga marwah budaya Melayu di wilayah Batam.

Ketua Panitia acara, Arpandi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya Majelis Kenduri ini.

"Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana berkat kerja keras dan kekompakan seluruh pengurus LAM di Kecamatan Batam Kota," ujar Arpandi.

Ia menambahkan bahwa Majelis Kenduri ini tidak hanya sebatas pertemuan, melainkan upaya konkret LAM Batam Kota untuk memelihara dan melestarikan nilai-nilai serta adat istiadat Melayu agar tetap kokoh di tengah perkembangan zaman.

Perhelatan Ini diakuinya telah lama menjadi niat para pengurus, sejak penabalan yang berlangsung tujuh bulan lalu. Tujuan kegiatan ini, dimaksudkan agar dapat saling mengenal, mempererat hubungan, dan bersinergi.

"Mari samakan langkah agar Batam Kota menjadi daerah yang aman, nyaman, dan berbudaya. LAM adalah payung negeri. Kami berharap semua pihak dapat berjalan seirama menjaga marwah dan adat Melayu di tanah ini,” ujarnya.

Mewakili Pemerintah Kota Batam, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardi Winata, turut memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

Ia juga menyebut bahwa LAM Batam Kota menjadi satu-satunya pengurus LAM tingkat kecamatan yang memiliki grup musik Melayu aktif.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Karena kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya melalui bahasa, lisan, hingga teknologi tradisional. Ruang budaya seperti ini harus terus kita hidupkan,” ujarnya.

Ardi menambahkan bahwa Pemko Batam saat ini tengah menyiapkan pembangunan Pusat Kebudayaan dan Seni di Gedung Beringin Batam.

“Kajian akademisnya sudah selesai. Sekarang sedang tahap pembahasan desain dan sumber pendanaan. Diharapkan nanti menjadi rumah besar bagi seluruh paguyuban dan pelaku seni budaya di Batam,” jelasnya.

Ketua LAM Provinsi Kepulauan Riau, Raja Muhammad Amin, yang turut hadir, mengungkapkan apresiasinya meski datang sedikit terlambat karena kondisi hujan. Ia juga menyinggung pentingnya menjaga tata krama dan adab dalam setiap kegiatan adat Melayu.

Raja Amin juga mengingatkan agar setiap kegiatan adat tetap mengedepankan nilai dan simbol budaya, terutama dalam prosesi tepuk tepung tawar yang kini diduga mulai melenceng dari maknanya

“Kami mohon maaf karena terlambat hadir. Namun saya merasa bangga melihat semangat kebersamaan di sini. Selain itu, saya ingin menyampaikan, mohon adab diutamakan. Kalau ada prosesi tepung tawar, libatkan Ketua LAM kecamatan. Jangan dilakukan dengan pakaian kasual, karena ini menyangkut adat dan kehormatan,” tegasnya. (***)

Editor: Ikhsan