Batam, Sinarkepri.co.id – Badan Musyawarah Guru Al-Qur'an (BMGQ) Kota Batam merayakan hari jadi yang ke-27 dengan penuh khidmat. Peringatan milad yang dirangkaikan dengan penyambutan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini dipusatkan di Alun-alun Engku Putri, Batam Centre, Senin pagi 6 Juli 2026.
Acara yang dihadiri ribuan guru Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) se-Kota Batam ini diawali dengan kegiatan pawai ta’aruf yang meriah, dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan amrah serta pembagian doorprize bagi para peserta.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam serta pimpinan berbagai organisasi keagamaan.
Ketua BMGQ Kota Batam, KH Deden Sirozuddin, mengungkapkan bahwa momentum milad ke-27 BMGQ ini untuk mempererat persatuan sekaligus mempertegas komitmen guru TPQ dalam membangun karakter masyarakat berbasis pendidikan Al-Qur'an.
Dalam kesempatan tersebut, Deden juga menyampaikan kabar menggembirakan terkait dukungan pemerintah daerah. "Saat ini, jumlah penerima insentif bagi guru TPQ di Kota Batam mencapai 4.615 orang, dengan besaran insentif yang telah ditingkatkan menjadi Rp1 juta per bulan," jelasnya.
Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, yang hadir mewakili Wali Kota Batam, memberikan apresiasi tinggi atas peran BMGQ. Menurutnya, BMGQ telah menjadi wadah vital dalam pembinaan dan silaturahmi untuk mencetak generasi Qur'ani di Kota Batam.
"Di usia ke-27 ini, kami berharap BMGQ terus menjaga marwah organisasi, meningkatkan kualitas para pendidik, serta memperluas sinergi dengan pemerintah dan orang tua. Kami ingin syiar Al-Qur'an di Batam semakin kuat melalui program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat," ujar Firmansyah.
Selain menyoroti pendidikan Al-Qur'an, Firmansyah juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan kafilah Kota Batam yang saat ini tengah berjuang dalam Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi Kepulauan Riau agar dapat meraih prestasi terbaik.
Meski acara berlangsung khidmat dan penuh semangat, rangkaian peringatan milad sempat diwarnai sedikit insiden teknis dalam pembagian konsumsi.
Berdasarkan pantauan media ini di lapangan, pembagian konsumsi bagi peserta terlihat kurang teratur, sehingga memicu penumpukan dan aksi berebutan di antara para ibu guru TPQ yang hadir.
Hal ini menjadi catatan evaluasi agar koordinasi penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang dapat berjalan lebih tertib dan kondusif. (*)
Editor: Ikhsan