Keterangan Poto: Wali Kota batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja Forkopimda Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. (foto/mcb)

Keterangan Poto: Wali Kota batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja Forkopimda Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. (foto/mcb)

Pemkab Bangli Pelajari Digitalisasi Pelayanan Publik di Batam

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Selasa, 28 April 2026 | 09:09 WIB

Keterangan Poto: Wali Kota batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja Forkopimda Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. (foto/mcb)

Keterangan Poto: Wali Kota batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja Forkopimda Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. (foto/mcb)

Batam, Sinarkepri.co.id – Pemerintah Kota Batam menerima Kunjungan Kerja dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, pada Senin (27/4/2026).

Kunjungan ini difokuskan pada studi komparasi terkait strategi menjaga kerukunan sosial serta akselerasi digitalisasi pelayanan publik.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bangli, Wayan Diar, disambut hangat oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di Kantor Wali Kota Batam.

Dalam sambutannya, Wayan Diar menyampaikan apresiasi atas kemajuan pesat Kota Batam, terutama dalam mengintegrasikan teknologi pada layanan masyarakat. Ia menilai Batam sukses menciptakan ekosistem digital yang efisien meski memiliki kompleksitas penduduk yang tinggi.

"Kami ingin mempelajari implementasi digitalisasi di Batam, khususnya pada layanan administrasi kependudukan yang telah memanfaatkan sistem barcode. Walaupun karakteristik daerah kami berbeda, semangat inovasi ini akan kami coba terapkan di Bangli," ujar Wayan Diar.

Wayan menjelaskan bahwa Kabupaten Bangli saat ini dihuni sekitar 260 ribu jiwa dengan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi utama. Melalui kunjungan ini, pihaknya berharap dapat membawa pulang "praktik baik" (best practice) dari Batam untuk meningkatkan kualitas layanan di Bangli.

Selain agenda studi teknis, Wayan Diar juga memanfaatkan pertemuan tersebut untuk mempromosikan potensi pariwisata unggulan Bangli, seperti keindahan Danau Batur dan keasrian Desa Wisata Penglipuran. Ia turut mengundang jajaran Pemerintah Kota Batam untuk melakukan kunjungan ke Pulau Dewata.

Di tempat yang sama, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menekankan bahwa kunci utama pembangunan Batam terletak pada kondusivitas daerah. Menurutnya, stabilitas keamanan adalah fondasi bagi keberlangsungan investasi dan industri pariwisata.

"Batam merupakan daerah multikultural dengan tingkat heterogenitas yang sangat tinggi. Pemerintah bersama Forkopimda berkomitmen untuk selalu hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan guna menjaga kebersamaan dan persatuan," kata Amsakar.

Sejumlah capaian makro turut disampaikan, di antaranya pertumbuhan ekonomi Batam pada 2025 yang mencapai 6,88 persen, realisasi investasi sebesar Rp69,3 triliun atau melampaui target, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 83,8.

Selain itu, tingkat kemiskinan menurun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Dari sisi fiskal, Batam juga masuk lima besar nasional dalam kemandirian daerah, dengan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) mencapai 58 persen dari total APBD.

Terkait pelayanan publik, Amsakar mendorong rombongan Bangli untuk meninjau Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam yang telah mengintegrasikan lebih dari 1.400 jenis layanan, termasuk layanan kependudukan berbasis barcode dan dashboard digital investasi.

“Tidak ada daerah yang paling unggul. Yang ada adalah saling berbagi praktik baik untuk kemajuan bersama,” kata Amsakar.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Batam, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimda Kota Batam, serta jajaran perangkat daerah Kabupaten Bangli. (***)