Batam, Sinarkepri.co.id – Pelayanan jasa angkut barang atau Porter di Pelabuhan Batu ampar kembali menjadi sorotan. Sejumlah penumpang kapal Pelni KM Kelud mengeluhkan tingginya Tarif yang dipatok serta perilaku oknum Porter yang dinilai merugikan pengguna jasa.
Salah satu penumpang, Uli, mengungkapkan kekecewaannya saat hendak bertolak ke Medan, Sumatera Utara, menggunakan KM Kelud. Ia mengaku terkejut dengan harga yang ditawarkan oleh oknum Porter untuk jasa angkut barang ke atas kapal.
Pengalaman tidak menyenangkan ini bermula saat Uli menggunakan jasa Porter dengan nomor punggung 62. Oknum tersebut mematok Tarif sebesar Rp60.000 per koli (potong barang). Uli yang membawa dua koli barang pun harus merogoh kocek sebesar Rp120.000.
Namun, persoalan tidak berhenti di Tarif yang mahal. Uli menceritakan bahwa oknum Porter tersebut diduga melakukan tindakan nakal saat melewati proses penimbangan.
"Saat membawa barang saya, Porter itu juga membawa tas milik orang lain yang ternyata melebihi kapasitas saat ditimbang. Petugas timbangan meminta biaya tambahan Rp100.000," ujar Uli menceritakan kronologi kejadian, Minggu (8/2/2026).
Menurut Uli, oknum Porter bernomor 62 tersebut membujuknya untuk menalangi biaya kelebihan bagasi tersebut dengan janji akan diganti setibanya di atas kapal.
Nahas bagi Uli, janji tinggal janji. Sesampainya di dalam KM Kelud, oknum Porter tersebut justru memberikan banyak alasan saat ditagih dan segera pergi meninggalkan korban.
"Saya sangat kecewa. Sudah Tarif angkutnya mahal, saya malah kena tipu lagi. Dia (Porter) langsung pergi begitu saja setelah sampai di atas," keluh Uli dengan nada kesal.
Keresahan ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh Uli. Beberapa penumpang lain juga mengaku risih dengan prilaku dan tidak transparannya harga yang dipatok oleh para Porter di Pelabuhan Batu Ampar.
Atas kejadian ini, warga berharap pihak otoritas Pelabuhan maupun pengelola jasa di Pelabuhan Batu ampar segera turun tangan untuk menertibkan para Porter nakal.
"Kami berharap pihak berwenang menertibkan Porter-Porter ini. Jangan sampai citra Pelabuhan kita buruk hanya karena ulah oknum yang mencari keuntungan tidak wajar," tutupnya. (***)
Editor: Ikhsan