Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir dan memimpin upacara HAB ke-80 berlangsung di MAN 1 Batam, Sagulung. (foto/ist)

Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir dan memimpin upacara HAB ke-80 berlangsung di MAN 1 Batam, Sagulung. (foto/ist)

Peringatan HAB ke-80 Kemenag: Wali Kota Batam Tekankan Pentingnya Kerukunan dan Sinergi Umat Beragama

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Minggu, 4 Januari 2026 | 09:35 WIB

Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir dan memimpin upacara HAB ke-80 berlangsung di MAN 1 Batam, Sagulung. (foto/ist)

Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir dan memimpin upacara HAB ke-80 berlangsung di MAN 1 Batam, Sagulung. (foto/ist)

Batam, Sinerkepri.co.idWali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tingkat Kota Batam sekaligus memimpin upacara yang digelar di Lapangan MAN 1 Batam, Sagulung, Sabtu (3/1/2026).

Dalam balutan suasana khidmat, upacara ini dihadiri oleh jajaran Kemenag Kota Batam, para kepala sekolah, guru, serta ratusan siswa di lingkungan madrasah.

Pada kesempatan tersebut, Amsakar membacakan sambutan tertulis Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang membawa pesan penting mengenai harmoni dan kemajuan teknologi.

Mengangkat tema "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju", Amsakar menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Ia menyebutkan bahwa kerukunan tidak boleh hanya dimaknai sebagai situasi tanpa konflik.

"Kerukunan itu bukan sekadar tidak adanya pertikaian. Kerukunan adalah kekuatan yang menyatukan perbedaan menjadi sinergi untuk mendorong kemajuan bangsa," ujar Amsakar di hadapan para peserta upacara.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia berdiri di atas pilar keberagaman. Oleh karena itu, tugas seluruh elemen masyarakat adalah menjaga agar perbedaan tersebut tetap menjadi kekuatan, bukan pemicu perpecahan.

Selain isu kerukunan, Wali Kota Batam juga menyoroti pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan di era transformasi digital. Beliau mengajak peserta upacara untuk meneladani sejarah peradaban Islam yang pernah mencapai masa keemasan melalui pusat keilmuan seperti Baitul Hikmah.

Menurutnya, integrasi antara nilai-nilai agama dan penguasaan teknologi sangat relevan dalam menghadapi dinamika global, terutama pesatnya perkembangan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).

"Di era kecerdasan buatan, kita tidak boleh tertinggal. Kita harus hadir memberi warna, memastikan teknologi berkembang dengan landasan nilai keagamaan yang moderat, sejuk, dan mencerahkan," tutupnya. (***)

 

 

Editor: Ikhsan