Skip to main content

Perkuat Daya Tarik Investasi, PLN Batam Tambah Pasokan Listrik 300 MW Bersama Teknologi Swedia

Muhammad Ikhsan
Editor Muhammad Ikhsan
2 min read
Keterangan Poto: Penandatanganan kerja sama jual beli tenaga listrik PLTGU Batam-3 dan Batam-4 kapasitas 2 x 150 MW (foto/ist)
Keterangan Poto: Penandatanganan kerja sama jual beli tenaga listrik PLTGU Batam-3 dan Batam-4 kapasitas 2 x 150 MW (foto/ist)

Batam, Sinarkepri.co.idPT PLN Batam resmi melakukan penandatanganan kerja sama jual beli tenaga listrik untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Batam-3 dan Batam-4 berkapasitas total 300 Megawatt (MW). Langkah strategis ini dilakukan untuk menjawab tantangan kebutuhan energi yang terus melonjak seiring pesatnya pertumbuhan kawasan industri dan pusat data (data center) di Batam.

Penandatanganan kerja sama antara PT PLN Batam dan PT Dalle Energy Batam tersebut berlangsung pada Kamis (16/7/2026). Momentum ini menjadi semakin istimewa dengan kehadiran langsung Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert, yang meninjau langsung kesiapan infrastruktur energi di Batam.

Dalam proyek ini, efisiensi menjadi kunci utama. Pembangkit baru tersebut akan menggunakan turbin gas SGT-800 buatan Siemens Energy yang diproduksi langsung di Finspång, Swedia.

Duta Besar Daniel Blockert menegaskan bahwa keterlibatan Swedia dalam proyek ini merupakan wujud nyata dari kemitraan strategis Sweden–Indonesia Sustainability Partnership.

"Proyek ini penting untuk memperkuat ketahanan energi Batam sekaligus mendukung akselerasi pertumbuhan industri yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan," ujar Daniel di sela-sela kunjungannya.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menyambut positif tambahan pasokan 300 MW ini. Menurutnya, listrik adalah nadi bagi daya saing daerah.

"Keandalan pasokan listrik adalah syarat mutlak untuk menjaga kepercayaan investor. Dengan tambahan daya 300 MW, kami semakin optimis Batam mampu memenuhi kebutuhan energi bagi sektor industri, pusat data, dan perdagangan yang terus berkembang pesat," tegas Firmansyah.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menjelaskan bahwa pengembangan PLTGU Batam-3 dan Batam-4 merupakan bagian integral dari strategi perusahaan untuk menjamin kecukupan daya jangka panjang.

"Kami berkomitmen menyediakan pasokan listrik yang tidak hanya andal, tetapi juga efisien dan berkelanjutan. Ini adalah jawaban atas tingginya permintaan dari kawasan digital dan data center yang membutuhkan pasokan listrik tanpa henti," jelas Kwin Fo.

Usai prosesi penandatanganan, rombongan Duta Besar Swedia melanjutkan agenda dengan melakukan peninjauan teknis ke sejumlah fasilitas vital, di antaranya:

PLTGU 120 MW Tanjung Uncang, kunjungan meliputi ruang kendali (control room) dan sistem pembangkitan untuk melihat standar operasional yang diterapkan.

Proyek EPC PLTGU Kabil, peninjauan progres pembangunan PLTGU Batam-1 dan Batam-2, yang masing-masing berkapasitas 150 MW.

Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan penting lainnya, termasuk dari Danantara Asset Management, BP Batam, Pemerintah Kota Batam, serta manajemen Medco Power Indonesia dan Siemens Energy Indonesia.

Dengan komitmen ini, Batam kini semakin memperkokoh posisinya sebagai destinasi investasi utama di Indonesia yang didukung oleh infrastruktur energi berteknologi tinggi dan berkelanjutan. (***)

Editor: Ikhsan