Batam, SinarKepri.co.id – PT Batamindo Investment Cakrawala (BIC) menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan menyalurkan bantuan kepada komunitas nelayan di Batam.
Penyaluran bantuan ini ditujukan kepada dua kelompok nelayan, yaitu Kelompok Bawal dan Kelompok Ketarap, yang berlokasi di Kampung Tua Tanjungpiayu Laut, Kecamatan Sei Beduk, Batam, pada Jum'at (17/10/2025) di Wisma Batamindo, Muka Kuning.
General Manager PT BIC, Mook Sooi Wah, bersama Kepala Ombudsman RI perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) Lagat Siadari, secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut kepada perwakilan kelompok nelayan.
Dalam sambutannya, Mook Sooi Wah menegaskan bahwa kegiatan CSR ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat sekitar kawasan industri Batamindo.
"Pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan sosial. Melalui program CSR ini, Batamindo berupaya berkontribusi dalam memperkuat ekonomi lokal dan mendorong kemandirian masyarakat pesisir," ujarnya.
Sementara itu, Lagat Siadari mengapresiasi langkah Batamindo yang dinilai sebagai contoh nyata sinergi antara dunia industri dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi seperti ini penting untuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Batam.
“Program CSR Batamindo menjadi inspirasi bahwa sektor industri dapat menjadi motor penggerak kemajuan sosial di daerah,” katanya.
Program CSR ini merupakan bentuk kepedulian PT BIC untuk mendukung peningkatan kesejahteraan dan operasional mata pencaharian kelompok nelayan di kawasan tersebut.
Perwakilan Kelompok Nelayan Tanjungpiayu Laut juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Mereka berharap dukungan tersebut dapat meningkatkan kapasitas usaha nelayan dan memperkuat solidaritas komunitas pesisir yang selama ini bergantung pada hasil laut.
Diharapkan, bantuan yang disalurkan dapat memberikan dampak positif bagi aktivitas Kelompok nelayan, dan menjadi bagian dari upaya bersama membangun Batam yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (***)
Editor: Ikhsan