Keterangan Poto: Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim. (foto/ist)

Keterangan Poto: Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim. (foto/ist)

Realisasi Pinjaman Tanpa Bunga di Batam Minim: Dari 1.105 UMKM, Hanya 19 yang Cair!

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Senin, 13 April 2026 | 19:42 WIB

Keterangan Poto: Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim. (foto/ist)

Keterangan Poto: Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim. (foto/ist)

Batam, Sinarkepri.co.id – Program pinjaman modal usaha tanpa bunga dan tanpa agunan milik Pemerintah Kota (Pemko) Batam ternyata belum berjalan maksimal. Meski disambut antusias oleh ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), nyatanya tingkat keberhasilan pencairan dana masih sangat rendah.

Berdasarkan data terbaru, dari 1.105 UMKM yang mengajukan pinjaman, hanya 19 pelaku usaha yang berhasil lolos hingga tahap pencairan dana.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengungkapkan bahwa kendala utama banyaknya pendaftar yang gugur terletak pada masalah pinjaman sebelumnya.

"Banyak yang gugur karena setiap pemohon kita cek melalui sistem Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari sana terlihat riwayat kreditnya," ujar Salim, Senin (13/4/2026).

Secara rinci, dari 1.105 pemohon terdapat 456 pemohon langsung gugur di tahap awal karena kendala administratif, hanya 285 pemohon UMKM masuk ke tahap proses lebih lanjut. Sedangkan Hanya 19 pemohon yang berhasil sampai ke tahap akad dan pencairan.

Meski realisasi saat ini masih minim, Pemko Batam menegaskan bahwa program ini akan terus berlanjut. Untuk memperluas jangkauan, Pemko Batam tengah menyiapkan nota kesepahaman (MoU) dengan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah.

Kehadiran BRK diharapkan menjadi solusi bagi pelaku UMKM di pelosok daerah, mengingat jaringan bank tersebut sudah menjangkau hingga tingkat kecamatan. Kerja sama ini ditargetkan mulai terealisasi pada Mei 2026 mendatang.

Salim menjelaskan bahwa pihaknya tidak membatasi kerja sama hanya pada satu perbankan. Selain Bank BTN yang sudah terlibat sejak Juli 2025, Pemko Batam juga telah mengajak bank lain untuk berkolaborasi.

"Kerja sama dengan Bank BTN tetap berjalan normal. Ke depannya, dengan perluasan kerja sama ini, kami berharap semakin banyak UMKM yang bisa mengakses pembiayaan tanpa terbebani bunga dan agunan," tutup Salim.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Batam melalui penguatan sektor usaha kecil yang selama ini kesulitan mendapatkan akses modal yang ringan.  (***)

 

 

Editor: Ikhsan