Batam, Sinarkepri.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi memulai langkah besar dalam merevitalisasi infrastruktur perdagangan di wilayahnya. Melalui skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) dengan pihak swasta, Pasar Induk Jodoh akan segera dibangun kembali tanpa menyentuh dana APBD.
Proyek strategis ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemko Batam dan PT Usaha Jaya Karya Makmur (UJKM) yang dilakukan kemarin. Langkah ini diambil sebagai solusi konkret untuk menyediakan fasilitas yang lebih layak bagi para pedagang sekaligus menata estetika kota.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim yang berhasil menyusun skema kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi ini adalah jalan keluar terbaik untuk mewujudkan pasar yang representatif di tengah keterbatasan anggaran daerah.
"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi, sehingga dapat menghasilkan skema kerja sama terbaik dalam rencana Pembangunan Pasar Induk Jodoh," ujar Amsakar dalam keterangan resminya.
Senada dengan Wali Kota, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Suhar, menjelaskan bahwa nilai proyek yang mencapai ratusan miliar rupiah menjadi alasan utama penggunaan skema KSP.
"Kalau mengandalkan APBD tentu tidak cukup, karena nilainya ratusan miliar. Akhirnya kita lakukan kerja sama KSP, dan saat ini proses lelang sudah selesai dan sudah ada pemenangnya," ungkap Suhar.
Pembangunan fisik pasar ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027. Pasar Induk Jodoh dirancang dengan konsep bertingkat, memisahkan area pasar basah dan pasar kering, serta dilengkapi fasilitas yang lebih memadai untuk mendukung aktivitas perdagangan.
Selain itu, kehadiran pasar ini diproyeksikan menjadi solusi permanen untuk menata kembali kawasan TOS 3000 yang selama ini dinilai kurang tertib.
Pemerintah berharap pasar induk ini bukan sekadar pusat transaksi, melainkan motor penggerak ekonomi kerakyatan. Suhar menegaskan bahwa ruang-ruang di pasar tersebut akan diprioritaskan untuk pedagang kecil.
"Pasar induk ini kami arahkan untuk memberdayakan ekonomi dengan memberikan ruang bagi pedagang kecil dan UMKM agar bisa tumbuh," pungkasnya. (***)
Editor: Ikhsan