Batam, Sinarkepri.co.id – Kawasan legendaris Jodoh Boulevard di Kota Batam segera bersolek. Pemerintah melalui Kementerian UMKM berencana menyulap pusat kuliner dan perdagangan tersebut menjadi “New Nagoya”, sebuah kawasan terpadu yang memadukan wisata belanja dan budaya.
Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, menegaskan bahwa penataan ini bertujuan untuk memberikan ruang yang lebih layak bagi para pelaku usaha kecil, bukan untuk menyingkirkan mereka.
"UMKM yang ada tetap di sana. Kita tata supaya lebih menarik, bersih, dan mudah diakses," ujar Helvi saat meninjau langsung Kawasan Jodoh Boulevard pada Jumat (9/1/2026).
Menurut Helvi, kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pelaku UMKM lokal menjadi bagian utama dari pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai Batam memiliki potensi luar biasa sebagai kota wisata belanja, namun memerlukan sentuhan penataan agar lebih tertib dan nyaman bagi pengunjung.
Proyek revitalisasi yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026 ini akan membawa perubahan signifikan pada wajah kawasan Jodoh.
Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menjelaskan bahwa konsep utamanya adalah mengubah sebagian jalur kendaraan menjadi kawasan pedestrian (pejalan kaki).
Beberapa poin utama desain "New Nagoya" meliputi: Konsep pusat perbelanjaan terbuka yang rapi. Menciptakan jalur pejalan kaki yang luas tanpa gangguan mobil. Desain kawasan akan mengambil inspirasi dari kota-kota wisata seperti Jepang, Singapura, hingga Belanda.
Terkait pembiayaan renovasi, BP Batam menyatakan tidak akan memberatkan para pedagang. Mouris menyebutkan bahwa pemerintah membuka opsi kolaborasi melalui perbankan atau skema kerja sama lainnya.
"Intinya, tidak membebani pelaku usaha secara sepihak," tambah Mouris.
Dengan transformasi ini, Jodoh Boulevard diharapkan tidak lagi dipandang sebagai kawasan belanja yang kumuh, melainkan menjelma menjadi ruang publik baru yang hidup dan menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. (***)
Editor: Ikhsan