Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir langsung di tengah-tengah jamaah. (foto/ist)

Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir langsung di tengah-tengah jamaah. (foto/ist)

Wali Kota Batam Hadiri Pelaksanaan Shalat Istisqa di Dataran Engku Putri, Ajak Warga Bijak Gunakan Air

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Senin, 30 Maret 2026 | 18:46 WIB

Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir langsung di tengah-tengah jamaah. (foto/ist)

Keterangan Poto: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir langsung di tengah-tengah jamaah. (foto/ist)

Batam, Sinarkepri.co.id – Ribuan jamaah memadati Dataran Engku Putri, Batam Center, untuk melaksanakan Shalat Istisqa. Ibadah ini digelar khusus untuk memohon turunnya hujan menyusul kondisi kekeringan yang mulai mengkhawatirkan di wilayah Kota Batam, Senin (30/3/2026) pagi.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir langsung di tengah-tengah jamaah. Pelaksanaan shalat dipimpin oleh Ustaz Hefri AR sebagai imam, sementara Kiai Dhoifi Ibrahim bertindak sebagai khatib yang menyampaikan pesan mendalam terkait fenomena alam yang sedang terjadi.

Dalam khutbahnya, Kiai Dhoifi Ibrahim menekankan bahwa kekeringan yang melanda saat ini bukan sekadar pergantian musim biasa. Ia menyebut kondisi ini sebagai "alarm" spiritual bagi umat manusia.

"Kekeringan adalah pengingat bagi kita semua untuk berbenah diri dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ini adalah momen untuk merefleksikan hubungan kita dengan Sang Pencipta dan alam semesta," ujar Kiai Dhoifi di atas mimbar.

Usai melaksanakan shalat, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa air adalah urat nadi kehidupan bagi masyarakat Batam. Ketergantungan Batam pada curah hujan untuk mengisi waduk-waduk tadah hujan menjadikan situasi saat ini sangat krusial.

"Kita menyadari air merupakan sumber kehidupan utama bagi masyarakat Batam. Melalui Shalat Istisqa ini, kita memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa berkah, sehingga waduk kembali terisi dan risiko kebakaran hutan dapat diminimalkan," tegas Amsakar.

Menyikapi kondisi cuaca ekstrem ini, Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat.

Warga diminta menggunakan air secara bijak dan hanya memprioritaskan kebutuhan pokok sehari-hari, warga dilarang keras melakukan pembakaran sampah atau pembukaan lahan dengan cara membakar, karena titik api sangat mudah meluas dalam kondisi kering.

Kini, setelah doa dipanjatkan dan ikhtiar batin dilakukan, pemerintah berharap langkah ini dibarengi dengan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga ekosistem lingkungan di Kota Batam.

Untuk diketahui, data terbaru menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Intensitas panas yang tinggi memicu penguapan air waduk secara masif, sementara resapan air nyaris tidak ada. Jika kondisi ini terus berlanjut, ketersediaan air bersih bagi warga Kota Batam berada dalam ancaman serius.(***)

 

 

Editor: Ikhsan