Keterangan Poto: Wali Kota Batam yang juga merangkap sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) (foto/ist)

Keterangan Poto: Wali Kota Batam yang juga merangkap sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) (foto/ist)

Wali Kota Batam Terima Kunjungan Tim Peneliti BRIN, Kajian Rempang Eco-City dan Rencana Investasi

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:36 WIB

Keterangan Poto: Wali Kota Batam yang juga merangkap sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) (foto/ist)

Keterangan Poto: Wali Kota Batam yang juga merangkap sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) (foto/ist)

 

Batam, Sinarkepri.co.id - Wali Kota Batam yang juga merangkap sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menerima Kunjungan Kerja tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), di Kantor Wali Kota Batam, pada Rabu (13/5/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam perkembangan proyek strategis Rempang Eco-City, termasuk rencana investasi di bawah skema Green Belt and Road Initiative (BRI) yang melibatkan mitra asal Tiongkok. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian yang dilakukan oleh Pusat Riset Politik BRIN.

Dalam pertemuan tersebut, Amsakar menjelaskan bahwa Batam memiliki keunggulan kompetitif sebagai tujuan investasi, didukung oleh posisi geografis yang sangat strategis, ketersediaan infrastruktur yang memadai, serta kebijakan khusus yang diterapkan. Meskipun memiliki daya tarik kuat bagi investor, ia menegaskan adanya prinsip utama yang disepakati.

“Batam memiliki daya saing yang kuat sebagai kawasan investasi. Namun yang paling penting, setiap investasi yang masuk harus sejalan dengan kepentingan masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk transisi menuju energi hijau,” ujar Amsakar.

Khusus untuk proyek Rempang Eco-City, Amsakar menekankan bahwa kehadiran investasi harus memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal.

“Kami meminta seluruh investor untuk menjadikan tenaga kerja lokal sebagai prioritas utama. Investasi harus menghadirkan dampak ekonomi yang benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

 Ia menambahkan, sejak awal Batam didesain sebagai kawasan strategis nasional penggerak perekonomian. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen memastikan setiap proyek berjalan selaras dengan agenda pembangunan nasional sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Di akhir pertemuan, Amsakar menyambut baik riset yang dilakukan BRIN dan berharap hasilnya dapat menjadi landasan penyusunan kebijakan yang lebih baik.

“Kami menyambut baik setiap masukan berbasis riset. Rekomendasi yang konstruktif akan menjadi bahan penting kami untuk memajukan Batam ke arah yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya. (***)

 

 

Editor: Ikhsan