Keterangan Poto: Penumpang kapal Kelud keluhkan harga makan dan minuman di dalam kapal. (foto/Ikhsan)

Keterangan Poto: Penumpang kapal Kelud keluhkan harga makan dan minuman di dalam kapal. (foto/Ikhsan)

Pemudik Keluhkan Mahalnya Harga Makanan dan Minuman di KM Kelud: Kopi Rp15 Ribu, Pop Mie Rp20 Ribu

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Selasa, 17 Maret 2026 | 21:15 WIB

Keterangan Poto: Penumpang kapal Kelud keluhkan harga makan dan minuman di dalam kapal. (foto/Ikhsan)

Keterangan Poto: Penumpang kapal Kelud keluhkan harga makan dan minuman di dalam kapal. (foto/Ikhsan)

Batam, Sinarkepri.co.id – Sejumlah pemudik yang menggunakan jasa transportasi laut KM Kelud rute Pelabuhan Bintang 99 Persada (Batu Ampar) menuju Bandar Seri Belawan mengeluhkan tingginya Harga makanan dan minuman di atas kapal selama masa mudik Lebaran 2026.

Para Penumpang menilai harga yang dipatok oleh pedagang atau pengelola kantin di dalam kapal sangat memberatkan dan jauh di atas harga pasar normal.

Herawati, salah satu Penumpang asal Batam tujuan Belawan, mengungkapkan kekecewaannya saat ditemui awak media ini pada Selasa (17/3/2026).

Ia merinci beberapa harga minuman instan yang melonjak drastis.

"Masa harga minuman Kopi O, White Coffee, Teh O, hingga Cappuccino mencapai Rp15.000 per cup," keluh Herawati.

Tak hanya minuman seduh, harga makanan instan dan air mineral pun ikut meroket, Pop Mie: Rp20.000/cup.

Air Mineral (600 ml): Rp10.000 per botol. "Itu baru beberapa, belum lagi harga kebutuhan lainnya yang juga mahal," tambahnya.

Senada dengan Herawati, Penumpang lain bernama Ican, menilai praktik penjualan dengan harga tinggi tersebut sangat tidak wajar. Meski memahami bahwa Penumpang memang membutuhkan konsumsi selama pelayaran, ia berharap pihak pengelola tidak memanfaatkan situasi mudik untuk meraup keuntungan berlebih.

"Sangat tidak wajar, meskipun kami memang butuh selama perjalanan. Tapi harganya jangan mencekik begitu," ujar Ican.

Atas kondisi ini, Ican mengusulkan agar pihak terkait, baik pengelola kapal maupun otoritas pelabuhan, segera turun tangan untuk mengatur standardisasi harga di atas kapal.

"Seharusnya ada ketetapan yang mengatur harga agar tidak merugikan konsumen atau Penumpang kapal," tegas Ican.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola KM Kelud Pelni terkait keluhan para pemudik mengenai transparansi dan standardisasi harga makanan di dalam kapal tersebut. (***)

Ikhsan