Binjai, Sinarkepri.co.id – Kekecewaan mendalam menyelimuti ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Forum Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Binjai. Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Kantor Wali Kota Binjai pada Senin (27/4/2026) pagi berakhir ricuh.
Massa yang kesal karena tidak ditemui oleh Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, akhirnya nekat merobohkan pintu gerbang kantor pemerintahan tersebut.
Aksi ini dipicu oleh penggusuran Pedagang Kaki Lima yang selama ini berjualan di Jalan Bandung dan Jalan Olahraga. Para pedagang merasa tindakan Satpol PP tidak berperikemanusiaan karena menghilangkan mata pencaharian mereka tanpa solusi yang jelas.
Dalam orasinya, Edward Gurki selaku orator aksi menyuarakan kekecewaannya terhadap kepemimpinan saat ini. Ia menyoroti janji-janji politik Wali Kota Amir Hamzah saat Pilkada lalu.
"Kami menuntut ketidakadilan yang terjadi di Kota Binjai. Janji Pilkada akan memperjuangkan hak pedagang dan masyarakat ternyata bohong semua! Pedagang hanya mencari sesuap nasi untuk menghidupi keluarga, tapi kenapa malah digusur?" tegas Gurki di atas mobil komando.

Senada dengan Gurki, orator lainnya Windi Tanjung menegaskan bahwa gerakan ini murni aspirasi rakyat tanpa tunggangan politik. "Kami kecewa. Janji membina UMKM ternyata hanya isapan jempol," ujarnya dengan nada geram.
Pantauan di lokasi menunjukkan situasi mulai memanas menjelang siang hari. Massa yang datang menggunakan mobil pick-up dan sepeda motor membawa berbagai spanduk bertuliskan, seperti:
"Rakyat Kecil Disembelih oleh Pemimpin Dzolim" "Wali Kota Anti Rakyat" "Kami Butuh Perda, Kami Butuh Makan" demikian isi tulisan di spanduk tersebut.
Ketegangan memuncak saat massa meminta Wali Kota Amir Hamzah untuk keluar menemui mereka secara langsung. Namun, perwakilan Pemko Binjai yang diutus untuk menemui massa justru ditolak mentah-mentah dan diusir oleh pengunjuk rasa yang hanya ingin berbicara dengan kepala daerah.
Aksi saling dorong dengan petugas Satpol PP dan kepolisian pun tak terhindarkan. Karena merasa diabaikan, massa akhirnya meluapkan kemarahan dengan merobohkan dua pintu gerbang utama Kantor Wali Kota Binjai.
Hingga pukul 11.30 WIB, massa dilaporkan masih bertahan di halaman kantor meskipun pintu gerbang telah rata dengan tanah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau keputusan dari pihak Pemerintah Kota (Pemko) Binjai terkait tuntutan para pedagang dan kerusakan fasilitas kantor tersebut. Pengamanan di lokasi masih terus diperketat oleh pihak kepolisian guna mencegah kerusuhan susulan. (***)
Editor: Ikhsan