Keterangan Poto: Ilustrasi: Meskipun konflik di Timur Tengah, JGH karimun, belum ada perubahan keberangkatan. (foto/ist)

Keterangan Poto: Ilustrasi: Meskipun konflik di Timur Tengah, JGH karimun, belum ada perubahan keberangkatan. (foto/ist)

Meski Konflik Timur Tengah Memanas, Jadwal Keberangkatan 121 Calon Jemaah Haji Karimun Belum Mengalami Perubahan

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Rabu, 1 April 2026 | 17:28 WIB

Keterangan Poto: Ilustrasi: Meskipun konflik di Timur Tengah, JGH karimun, belum ada perubahan keberangkatan. (foto/ist)

Keterangan Poto: Ilustrasi: Meskipun konflik di Timur Tengah, JGH karimun, belum ada perubahan keberangkatan. (foto/ist)

Karimun, Sinarkepri.co.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karimun memastikan jadwal keberangkatan 121 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, hingga saat ini belum mengalami perubahan. Meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah tengah menjadi perhatian dunia, proses persiapan terus berjalan sesuai rencana.

Kepala Kantor Kementerian Agama Karimun, Muliadi, menegaskan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima instruksi atau informasi resmi dari pusat mengenai pergeseran jadwal keberangkatan.

"Sesuai jadwal, JCH Karimun akan diberangkatkan menuju Embarkasi Batam pada 22 April 2026. Selanjutnya, pada 23 April, jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju Madinah," ujar Muliadi kepada awak media baru-baru ini.

Muliadi pun berharap agar situasi di Timur Tengah segera kondusif sehingga tidak mengganggu jalannya ibadah rukun Islam kelima tersebut. "Insyaallah, tidak ada perubahan. Mudah-mudahan konflik di sana tidak mengganggu proses pelaksanaan haji nantinya," tambahnya.

Kabar baiknya, seluruh JCH asal Karimun untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi telah menyelesaikan kewajiban administratif. Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sudah rampung dilakukan sejak bulan lalu.

"Seluruh administrasi sudah tuntas. Saat ini, para jemaah tinggal menunggu pembagian perlengkapan seperti koper, tanda pengenal, dan atribut lainnya," jelas Muliadi.

Terkait kuota, ia menyebutkan masih ada peluang untuk penambahan jemaah. Namun, pihak daerah masih bersifat menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Dari total 121 JCH yang terdaftar, tercatat profil jemaah yang cukup beragam dari sisi usia dan asal wilayah:

Jemaah termuda Hafiz (26), berasal dari Kecamatan Meral, Jemaah tertua Jaliyah (84), berasal dari Kecamatan Kundur.                        

Dari 121 JCH Karimun berasal dari kecamatan Karimun ada 26 orang, kecamatan Meral 31 orang, kecamatan Tebing 16 orang, kecamatan Moro 1 orang, kecamatan Kundur 32 orang.

Kemudian, kecamatan Kundur Utara 9 orang, kecamatan Kundur Barat 3 orang, kecamatan Durai 2 orang dan kecamatan Meral Barat 1 orang, serta 4 kecamatan tidak ada yang berangkat tahun ini. (***)

 

Editor: ikhsan