Dabo Singkep, Sinarkepri.co.id – Berdiri megah di tengah pemukiman yang didominasi oleh warga etnis Tionghoa, Masjid Al-Aula. Masjid yang terletak di Pulau Dabo Singkep, Kabupaten Lingga ini, merupakan saksi bisu perjalanan waktu sekaligus simbol kerukunan umat beragama yang mengakar kuat di Kepulauan Riau (Kepri).
Lahir pada masa kolonial, tepatnya pada 16 Januari 1931 Masehi (26 Sya’ban 1349 Hijriah), Masjid Al-Aula memiliki sejarah panjang yang dimulai dari sebuah kesederhanaan. Masjid ini berdiri di atas tanah hibah dari masyarakat setempat dan dibangun sepenuhnya melalui pembiayaan swadaya.
Pada awalnya, bangunan ini hanya mampu menampung sekitar 50 jamaah. Namun, semangat gotong royong masyarakat Dabo Singkep tak pernah padam, membawa perubahan besar bagi wajah masjid ini dari masa ke masa.
Seiring bertambahnya populasi dan dukungan yang mengalir dari pemerintah serta masyarakat, Masjid Al-Aula kini telah bersalin rupa. Renovasi bertahap mengubahnya menjadi bangunan dua lantai yang megah.
Kini mampu menampung hingga 700 jamaah dan sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC). Kemudian area parkir yang cukup luas dan tempat wudhu yang representatif (tepat).
Pada tahun 2025 lalu, masjid ini resmi menyandang status sebagai Masjid Jami’, sebuah pengakuan atas terpenuhinya kriteria fasilitas dan peran strategisnya di wilayah tersebut.
Pengurus masjid sangat aktif menghidupkan suasana religius melalui berbagai program unggulan yang menyasar semua kalangan, di antaranya: Program magrib mengaji, kegiatan rutin untuk memperdalam bacaan Al-Qur'an bagi generasi muda, Progran kajian agama rutin untuk memperluas wawasan tentang keislaman masyarakat, dan juga kegiatan Manasik Haji secara gratis.
Salah satu aspek paling unik dari Masjid Al-Aula adalah lokasinya. Meski berada di lingkungan mayoritas masyarakat Tionghoa, masjid ini tetap berdiri kokoh tanpa gesekan. Keberadaannya justru menjadi bukti nyata bahwa di Dabo Singkep, perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati. (***)
Editor: Ikhsan