Jakarta, SinarKepri.co.id – Momentum Peringatan Hari Ibu Nasional 2025 menjadi catatan sejarah manis bagi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Di hari yang penuh makna ini, sosok pemimpin perempuan tersebut berhasil menyabet dua Penghargaan.
Dua apresiasi ini menjadi bukti nyata dedikasi Li Claudia dalam memajukan roda ekonomi dan tata kelola kota di Kota Batam.
Penghargaan pertama adalah Perempuan Inspiratif Award 2025 dari TV One. untuk kategori "Pemimpin Perempuan Menggerakkan Ekonomi dan Investasi Daerah".
Kemudian Metro TV turut memberikan apresiasi tinggi melalui Wonder Mom Award 2025. Li Claudia dianugerahi Penghargaan dalam kategori "Excellent Mom in Urban Economic Acceleration and Sustainable City Governance".
Kedua Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan menjadikan Batam sebagai magnet investasi di luar Pulau Jawa. Selain itu, sinergi antara Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra dalam memperkuat daya saing daerah semakin kondusif.
Kemudian, menciptakan ruang tumbuh bagi ekonomi lokal di tengah percepatan industri global.
Meski meraih prestasi di tingkat nasional, Li Claudia tetap rendah hati. Ia mempersembahkan Penghargaan ini secara khusus kepada kaum perempuan di Batam.
"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk emak-emak di Kota Batam yang saya cintai. Kepemimpinan bukan soal siapa kita, tetapi sejauh mana kita mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat," ujar Li Claudia dengan haru.
Bagi Li Claudia, Penghargaan ini bukan sekadar piala, melainkan pengingat akan peran strategis perempuan sebagai pilar pembangunan bangsa. Ia menekankan bahwa perempuan Indonesia harus berani mengambil peran strategis tanpa melupakan akar keluarga.
"Saya berharap semakin banyak perempuan berani yang mengambil peran dan berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai keluarga yang menjadi fondasi bangsa," pungkasnya.
Pencapaian ini diharapkan dapat memotivasi seluruh elemen masyarakat di Batam untuk terus berkolaborasi membawa kota ini menuju transformasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (***)
Editor: ikhsan