Keterangan Poto: Kepanikan saat lapak barang bekas dan gudang ban terbakar di Cibodas. (Instagram/erviayuniati)

Keterangan Poto: Kepanikan saat lapak barang bekas dan gudang ban terbakar di Cibodas. (Instagram/erviayuniati)

Kepanikan Warga saat Gudang Ban Terbakar di Cibodas, Asap Hitam Membumbung saat Keluar Rumah

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Kamis, 16 April 2026 | 08:50 WIB

Keterangan Poto: Kepanikan saat lapak barang bekas dan gudang ban terbakar di Cibodas. (Instagram/erviayuniati)

Keterangan Poto: Kepanikan saat lapak barang bekas dan gudang ban terbakar di Cibodas. (Instagram/erviayuniati)

Tangerang, Sinarkepri.co.id - Kebakaran terjadi di area gudang ban yang ada di Jalan Dipatiunus, Cibodas, Kota Tangerang, Rabu siang, 15 April 2026.

Kebakaran tersebut dilaporkan oleh warga sekitar kepada petugas Pemadam Kebakaran sekitar pukul 12.30 WIB.

Detik-detik Kebakaran pun turut diungkap dalam unggahan warga sekitar di media sosial, saat asap berwarna hitam sudah membumbung tinggi di langit.

Dalam unggahan di akun Instagram @erviayuniati, tampak asap berwarna hitam sudah berada tepat di samping kompleks perumahannya.

“Lagi enak-enaknya makan siang, tau-tau ada tetangga manggil-manggil dan dengan santainya aku jawab, ‘Iya, ada apa,’” tulisnya dalam keterangan video, dikutip pada Kamis, 16 April 2026.

“Terus tetangga ku bilang ‘Mba Kebakaran’, pas nengok, langsung Istighfar, ya Allah panik seketika,” imbuhnya.

Saat itu, asap sudah berwarna hitam dan langsung mencoba menghubungi suaminya yang saat itu sedang tidak berada di rumah.

Di tengah kepanikan tersebut, pemilik akun mengungkapkan bahwa dirinya hanya bisa membawa beberapa barang saat menyelamatkan diri.

“Aku langsung angkut berkas-berkas, HP, uang cash dan ATM. Anak paling kecil aku gendong, yang nomor dua aku suruh tunggu di depan selagi aku gedebak-gedebuk beresin berkas,” paparnya.

“Anak yang pertama entah udah lari kemana, yang penting dirumah udah nggak ada orang,” lanjutnya.

Adapun untuk barang-barang yang lain, ia mengaku ikhlas jika setelah keluar, tidak ada yang bisa diselamatka lagi.

“Aku cuma istighfar dan mencoba ikhlas kalau memang barang-barang di rumah harus ikut Kebakaran. Setelah keluar rumah, bunyi pemadam berdatangan, aku merasa mulai tenang walau tangan masih gemeter,” ujarnya.

“Air mata yang aku tahan dari tadi akhirnya tumpah juga karena aku liat, apinya semakin besar,” sambungnya.

Setelah petugas Damkar tiba, ia mengatakan bahwa api berhasil dipadamkan dan tidak menjalar ke area permukiman.

“Alhamdulillah rumahku dan warga yang lain tidak ada yang terbakar dan Damkar juga datang sangat cepat,” tuturnya.

Sementara itu, pemadaman sendiri dilakukan secara intensif untuk mencegah api meluas ke area sekitar hingga dipastikan aman pada pukul 14.46 WIB.

Mengenai pendataan dan penelusuran lebih lanjut kini ditangani oleh kepolisian.***