Batam, Sinarkepri.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, resmi melantik tiga Anggota/Deputi Badan Pengusahaan (BP) Batam di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Jum’at (13/3/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat pengembangan kawasan serta mengoptimalkan potensi investasi di Batam. Berikut adalah ketiga pejabat yang baru dilantik:
Syarlin Joyo: Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan. Fary Francis: Anggota/Deputi Bidang Investasi. Denny Tondano: Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan.
Pelantikan ini bukan sekadar pergantian personel, melainkan tindak lanjut konkret dari penetapan Peraturan Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam Nomor 1 Tahun 2026.
Peraturan tersebut mengatur tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) BP Batam yang baru, yang dirancang untuk menciptakan birokrasi yang lebih responsif dan efisien dalam melayani pelaku usaha.
Dalam sambutannya, Menko Airlangga menekankan pentingnya sinergi antar-deputi untuk memastikan Batam tetap menjadi magnet investasi utama di Asia Tenggara.
Dengan struktur organisasi yang lebih segar, BP Batam diharapkan mampu menjawab tantangan ekonomi global dan mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di kawasan tersebut.
“Selamat kepada ketiga Anggota/Deputi yang baru dilantik. Jaga integritas dan bersama-sama kita optimalkan pertumbuhan ekonomi serta daya saing Kota Batam,” pesan Airlangga.
Senada dengan Airlangga Hartarto, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa penyesuaian struktur organisasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas koordinasi serta mempercepat pengambilan kebijakan dalam pengembangan Batam sebagai kawasan investasi yang kompetitif di tingkat regional maupun global.
“Kami optimis, penguatan struktur organisasi BP Batam ini dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dan memperkuat peran Batam sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Amsakar.
Selain itu, Amsakar mengungkapkan transformasi kelembagaan ini dilakukan demi mendorong tata kelola BP Batam agar lebih efektif dan efisien.
“Mari kita bekerja maksimal untuk menjawab tantangan pengembangan Batam dalam menghadapi dinamika kemajuan perekonomian nasional dan internasional,” pungkas Amsakar. (***)