Batam, Sinarkepri.co.id – Iklim investasi di Indonesia menunjukkan tren positif pada pembukaan tahun 2026. Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa program pemerintah dalam mendorong energi terbarukan menjadi daya tarik utama bagi Investor mancanegara.
Dalam konferensi pers pemaparan realisasi investasi Triwulan I 2026 pada Kamis (23/4/2026), Rosan menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur energi bersih Indonesia tengah berada dalam sorotan dunia.
"Investor asing terus menunjukkan ketertarikan yang meningkat, khususnya pada sektor energi bersih seperti pembangkit listrik tenaga surya (solar panel). Arah kebijakan pemerintah ini dinilai sejalan dengan minat global," ujar Rosan.
Menyambut sinyal positif dari pusat, PLN Batam bergerak cepat dalam memperkuat ekosistem energi baru terbarukan (EBT). Setelah sukses melakukan penjualan perdana Renewable Energy Certificate (REC) kepada PT Volex Indonesia, PLN Batam kini memperluas ekspansinya melalui kerja sama strategis dengan PT Avecode Internasional.
Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PLN Batam, Raditya Surya Danu, menyatakan bahwa langkah ini adalah bentuk konkret perusahaan dalam mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.
"Dengan hadirnya teknologi solar panel dan micro ESS, kami yakin ketersediaan energi bersih di Batam maupun wilayah lainnya dapat semakin terjamin, andal, dan berkelanjutan," jelas Raditya.
Keberhasilan penjualan REC sebelumnya membuktikan bahwa PLN Batam tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun ekosistem energi yang transparan, kredibel, dan diakui secara internasional.
Hal ini diharapkan dapat terus meningkatkan kepercayaan Investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia, khususnya di wilayah Batam sebagai hub industri strategis. (***)