WhatsApp Image 2026-04-18 at 23.21.20

WhatsApp Image 2026-04-18 at 23.21.20

Viral Penangkapan Ikan Sapu-Sapu Digencarkan di Jakarta, Dinilai Bahaya untuk Ekosistem hingga Merusak Turap Sungai

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Senin, 20 April 2026 | 06:58 WIB

WhatsApp Image 2026-04-18 at 23.21.20

WhatsApp Image 2026-04-18 at 23.21.20

Jakarta-Sinaarkepri.co.id">Jakarta-Sinaarkepri.co.id_ Sebagian publik di media sosial sedang hangat memperbincangkan soal aksi penangkapan massal terhadap peredaran ikan sapu-sapu di wilayah perairan Jakarta.

Bukan tanpa sebab, warga Jakarta mengeluhkan besarnya populasi ikan invasif itu telah merusak ekosistem perairan pada bantaran sungainya.

Dilaporkan, kerusakan turap sungai atau struktur dinding penahan tanah di sepanjang bantaran di Jakarta terjadi akibat keberadaan ikan sapu-sapu.

Terlihat dalam unggahan Instagram @Jakarta.terkini, pada Minggu, 19 April 2026, pembersihan besar-besaran terhadap ikan sapu-sapu di aliran sungai Jakarta/

"Penangkapan ini bukan tanpa alasan, populasi ikan invasif tersebut dinilai sudah mengganggu dan merusak struktur turap di beberapa titik," tulis postingan trsebut

Lantas, apa sebenarnya alasan warga Jakarta melakukan aksi pembersihan massal terhadap ikan sapu-sapu di area bantaran sungai mereka? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Kebiasaan Gali Lubang di Tepi Sungai

Dalam laporan warga di lokasi, ikan sapu-sapu dianggap kerap memiliki kebiasaan menggali lubang di dasar maupun tepi sungai untuk berkembang biak.

Aktivitas ini berdampak pada melemahnya struktur tanah di sekitar turap, sehingga berpotensi memicu kerusakan hingga longsor di bantaran sungai.

"Merusak tanggul karena memiliki kebiasaan menggali," demikian tertulis dalam video yang beredar.

Ekosistem Perairan Teranca

Selain itu, populasi ikan sapu-sapu yang terus meningkat juga mengancam ekosistem perairan di Jakarta.

Ikan lokal dinilai kalah bersaing dalam mendapatkan makanan dan ruang hidup, membuat keseimbangan lingkungan makin terganggu.

"Ini ikan invasif yang bisa merusak sungai dan danau, dengan tubuh keras dan daya tahan tinggi ikan ini merusak habitat ikan lokal," ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Unit 1 Subdirektorat Reserse Mobile Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Dimitri Mahendra mengungkapkan adanya motif pembunuhan yang diduga dilatari perasaan sakit hati pelaku terhadap korban.

"Pelaku TH alias Bang Tile, yang merupakan mantan suami korban melakukan pembunuhan diduga karena pelaku sakit hati terhadap korban," kata Mahendra dalam keterangannya, pada Minggu, 19 April 2026.

Kendati demikian, polisi masih mendalami lebih lanjut alasan pasti di balik aksi pembunuhan tersebut.

"Masih dilakukan pemeriksaan intensif terkait motif tindak pidana tersebut," imbuh Mahendra.

Aksi Keji Pelaku terhadap Korban

Berdasarkan laporan dari pihak kepolisian, aksi pembunuhan yang dilakukan terduga pelaku tergolong brutal.

Mahendra menuturkan adanya dugaan korban dihabisi dengan cara dicekik dan dibekap hingga tidak bernyawa di kediamannya.

"Pelaku mencekik leher dan membekap mulut korban sampai korban meninggal dunia," ujar Mahendra.

Pelaku Sempat Melawan saat Diamankan

Usai insiden terjadi, polisi menyebut terduga pelaku yang merupakan mantan suami korban itu sempat melarikan diri hingga akhirnya ditangkap polisi.

Penangkapan dilakukan oleh tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya di kawasan Jalan Jombang Raya, Pondok Aren, pada Kamis, 16 April 2026 sekitar pukul 17.50 WIB.

Mahendra mengungkapkan, saat diamankan, pelaku sempat melakukan perlawanan yang membahayakan petugas dan masyarakat sekitar.

"Saat ditangkap, pelaku diberikan tindakan tegas terukur, karena berusaha menyerang petugas dan membahayakan nyawa masyarakat," beber Mahendra.

Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari pihak kepolisian ihwal penyebab kasus pembunuhan yang terjadi di Serpong Utara, Tangsel tersebut.*