Keterangan Poto: Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Nazri (foto/ist)

Keterangan Poto: Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Nazri (foto/ist)

Pemko Tanjungpinang: Paket Wisata Terpadu Segera Diluncurkan

Muhammad Ikhsan

Editor Muhammad Ikhsan

Minggu, 10 Mei 2026 | 16:02 WIB

Keterangan Poto: Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Nazri (foto/ist)

Keterangan Poto: Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Nazri (foto/ist)

Tanjungpinang, Sinarkepri.co.id – Pemerintah Kota Tanjungpinang tengah menyusun strategi khusus untuk meningkatkan durasi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Langkah utamanya adalah dengan merancang Paket Wisata Terpadu lintas daerah yang menghubungkan Batam, Tanjungpinang, dan Bintan.

Upaya ini bertujuan agar para turis asing yang masuk melalui pintu masuk internasional di Batam tidak hanya sekadar melintas, melainkan juga menetap dan berbelanja di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau tersebut.

Momentum ini diambil menyambut musim libur sekolah di negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Periode tersebut diprediksi akan memicu lonjakan kunjungan wisman secara signifikan, dengan Pulau Penyengat tetap menjadi magnet utama bagi para pelancong.

Selama ini, pola perjalanan wisman cenderung singkat. Banyak turis yang masuk via Batam, namun hanya melakukan perjalanan pulang-pergi ke Tanjungpinang tanpa menginap.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, Nazri, menekankan pentingnya sinergi antara pelaku industri pariwisata untuk memecahkan tantangan ini.

"Dengan paket wisata tersebut, wisatawan akan menginap di Tanjungpinang minimal satu malam," ujar Nazri pada Sabtu (9/5/2026).

Melalui kolaborasi ini, para agen perjalanan dan penyedia jasa diharapkan mampu menciptakan daya tarik yang membuat wisman merasa perlu untuk mengeksplorasi Tanjungpinang lebih lama.

Strategi "minimal satu malam" ini bukan tanpa alasan. Kehadiran wisman dalam waktu yang lebih lama diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal, di antaranya: Sektor Perhotelan, rumah makan, transportasi, hingga UMKM.

Pemerintah optimistis bahwa dengan adanya Paket Wisata Terpadu tersebut, sektor pariwisata Tanjungpinang akan jauh lebih kompetitif dan menjadi pilar utama penggerak ekonomi daerah.  (***)